Pemerintah Garap Misi Dagang Pekan Depan

Pemerintah gelar pertemuan dengan Kadin untuk mempersiapkan target pasar sasaran.

Jum'at, 16 Januari 2009, 06:46 WIB
Heri Susanto, Elly Setyo Rini
Mari Elka Pangestu (www.depdag.go.id)

VIVAnews - Demi melancarkan promosi luar negeri, pemerintah bakal mencanangkan misi dagang ke negara-negara potensial, pekan depan.

"Akan diadakan pertemuan dengan Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dengan beberapa asosiasi," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, 15 Januari 2009.

Pertemuan tersebut, kata Mari, akan menentukan dan mempersiapkan misi dagang dan target pasar sasaran. Salah satunya mempersiapkan Indonesia dalam kepesertaan Shanghai World Expo 2010. Pameran internasional tersebut ditargetkan akan dikunjungi 70 juta orang.

Dalam enam bulan ke depan, kata Mari, Indonesia bisa mempersiapkan paviliun dalam pameran tersebut. Pemerintah dan Kadin optimis kepesertaan Indonesia dalam pameran akan maksimalkan promosi produk dalam negeri. "Pengalaman pameran sebelumnya, paviliun dan semua produk Indonesia terjual habis," kata Ketua Umum Kadin MS. Hidayat di saat yang sama.

Mari menekankan target Menteri Koordinator Perekonomian mematok pertumbuhan ekspor 2009 sebesar 5,9 persen sebenarnya cukup berat untuk dicapai mengingat pertumbuhan ekspor Amerika, Jepang, dan Eropa justru diprediksi negatif. "Namun, karena Menko sudah meminta sebesar itu ya harus diupayakan bisa," katanya.

Salah satunya, menurut dia, dengan mengurangi ekonomi biaya tinggi dan penguatan trade financing. "Sebenarnya untuk eksportir masalahnya bukan likuiditas," katanya.

Namun, katanya, eksportir justru mengeluhkan counterpart risk dan masalah jaminan ekspor. Selain itu, pemerintah sedang berupaya untuk menghilangkan biaya door to door yang saat ini justru naik 100 persen.

"Semoga dengan disahkannya UU Lembaga Penjaminan Ekspor dan peningkatan modal Asuransi Ekspor Indonesia dapat menjadi solusi," ujarnya. Apalagi, saat ini pemerintah sedang menggodog pengadaan dana seperti kredit usaha rakyat yang dapat meningkatkan jumlah dan akses pinjaman.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ