Mengapa Gaji PM Singapura Tertinggi di Dunia

Gaji Perdana Menteri Singapura lebih tinggi gaji Obama dan pemimpin Hong Kong.

Senin, 24 Januari 2011, 07:38 WIB
Heri Susanto
PM Singapura Lee Hsien Loong (www.mas.gov.sg)

VIVAnews - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan sudah tujuh tahun gaji Presiden tidak naik memicu polemik baru. Ada yang sepakat bahwa gaji Presiden perlu dinaikkan, namun banyak pula yang menyampaikan kritikan tajam bahwa belum saatnya gaji Presiden dinaikkan.

Alasan mereka yang tidak sepakat adalah gaji Presiden SBY sudah tergolong tinggi di dunia. Bahkan, majalah The Economist edisi 5 Juli 2010 pernah merilis gaji SBY merupakan tertinggi ketiga di dunia.

Sedangkan, mereka yang setuju gaji Presiden dinaikkan karena tanggung jawab kepala pemerintahan dan pemimpin negara sangat besar. Mereka mengambil contoh Singapura, negara kecil namun memberikan gaji tertinggi di dunia. Tanri Abeng yang pernah mendapat julukan manajer 1 miliar ini malah pernah menyebutkan salah jika gaji Presiden RI tidak dinaikkan.

Singapura selama ini memang sering dijadikan referensi sejumlah negara saat membicarakan reformasi birokrasi. Negara kecil ini memberikan gaji tertinggi kepada pemimpin mereka, bahkan tertinggi di dunia.

Akibatnya, meski sempat ambruk akibat krisis, Singapura kemudian dikenal sebagai negara dengan birokrasi yang efisien, iklim bisnis dan investasi yang kondusif dan nyaman. Banyak investor berebut menanamkan modal dan berkantor di sana. Tak mengherankan jika kemudian penduduk Singapura termasuk dalam jajaran negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia.

Pemerintah Singapura beralasan pentingnya reformasi birokrasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk itu, pejabat atau pegawai pemerintah memang harus mendapatkan gaji yang menarik.
 
Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew dalam buku otobiografinya "From Third World to First" mengatakan bahwa gaji yang rendah bagi para menteri dan pejabat publik di banyak negara Asia telah merusak negara-negara tersebut.

Karena itu, Singapura harus membayar mahal Perdana Menteri dan para menterinya. Gaji Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong tahun ini setelah diturunkan akibat krisis finansial global sebesar Sin$ 3,04 juta atau sekitar Rp 20 miliar per tahun. Pada 2008, sebelum krisis, Lee masih menikmati gaji Sin$ 3,7 juta atau sekitar Rp 25 miliar.

Sedangkan, gaji seorang menteri di Singapura sebesar Sin$ 1,9 juta. Itu setara dengan Rp 13 miliar selama setahun atau Rp 1,1 miliar per bulan.

Menurut catatan "The Times", gaji yang diterima Lee memang jauh lebih tinggi dibandingkan para pemimpin dunia lainnya. Gaji Kepala Eksekutif Hong Kong, Donald Tsang Yum-Kuen yang menerima US$ 516 ribu atau sekitar Rp 5 miliar setahun cuma seperempatnya.

Begitu pula, gaji Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menerima sekitar US$ 400 ribu atau Rp 4 miliar setahun, cuma seperlimanya dari gaji PM Singapura.

Dengan gaji sebesar Rp 1,7 miliar per bulan yang diterima Lee, gaji SBY sebesar Rp 150 juta per bulan cuma sepersepuluhnya.

Pola Singapura menentukan gaji Perdana Menteri memang cukup unik. Sejak 1994, gaji Perdana Menteri ditentukan berdasarkan gaji tertinggi rata-rata enam profesional di sektor swasta setelah dikenai pajak penghasilan. Karena itu, tak mengherankan jika gaji Perdana Menteri Singapura sangat tinggi

Dalam sebuah debat terkait White Paper tentang gaji menteri pada 1 November 1994 di parlemen, Lee mengaku dirinya tidak perlu menyesal atas langkanya menghimpun tim yang terdiri atas orang-orang terbaik dan berbakat di pemerintahan yang dibayar dengan gaji tinggi.

"Tanpa mereka, tak ada satupun dari anda yang bisa menikmati hidup di Singapura," kata Lee.

Lantas siapa yang membayar semua ini? Lee menjawab, itu akan dibayar oleh perekonomian Singapura yang tumbuh dan berjalan dengan baik. Dia mengingatkan dengan kondisi perekonomian yang baik, Singapura akan lebih mudah mendapatkan keuntungan dari setiap peluang yang datang.

Partai Gerakan Rakyat yang mendominasi parlemen Singapura juga mendukung gaji tinggi pejabat dan pegawai negeri Singapura untuk menarik karyawan terbaik, sekaligus mencegah terjadinya korupsi.

heri.susanto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
taufik
25/01/2011
aku sangat setuju semua dinaikkan gajinya minimal Rp 1 M sebulan untuk para birokrat asal bisa menjamin ga ada lagi korupsi. Gaji 1 M mah ga ada apa2nya dibanding korupsi di negara ini yg bisa TTTTrilyunan sebulan
Balas   • Laporkan
p-koq
25/01/2011
gaji presiden segitu itu utuh gan.....wong makan, baju, pergi kemana2, pengawalan..... ampe beol aja gratis kok... klo ditotal semua bisa 1 T itu per bulan
Balas   • Laporkan
Windy Yuniansyah
25/01/2011
mungkin baik juga para pelayan masyarakat di gaji tinggi supaya tidak tergoda korupsi...jika masih korupsi..hukumannya harus lah hukuman yang sangat berat seperti RRC....
Balas   • Laporkan
daripada urus negara mending jadi pengusaha ... hehehe.... ga bingung masalah gaji. by iklanangkot.blogspot.com specialis sticker kaca belakang & branding bergerak / branding angkot
Balas   • Laporkan
Lidia
24/01/2011
Wah...Setuju tuh kalo Pak SBY mau naik gajinya. Secara ya, kan masa pemerintah kurang setahun, jadi daripada nanti menyesal nggak bisa dapet duit banyak. Sekalian aja pak SBY, anggota kabinet bersatunya dinaikkin juga gajinya, biar nggak iri.
Balas   • Laporkan
suparto
24/01/2011
gajinya kecil senggolannya buanyak
Balas   • Laporkan
wirobrajan
24/01/2011
lah bisa begitu ??? tapi teteup lah gayus yang top huahahaha ... anak buah gaji atasan
Balas   • Laporkan
sibarakaduk
24/01/2011
kalo mr president gajinya merasa kurang & gag pernah naik, resign aza alih profesi, hbs mau nuntut naik gaji kemana? gag th rakyat makin menderita, yg disejahterakan cuma PNS doang, yg lainnya ketiban kenaikan harga ama dibebani pajak & dicabut subsidinya
Balas   • Laporkan
simbah_Noise
24/01/2011
walah, jadi prisiden aj dah ga bener,kebijakan banyak merugikan rakyaknya cenderung memakan korban jiwa dan harta benda contoh konvensi gas 3kg...minta naik gaji....benerin tuh system2 dalam memerintah negara kita baru minta naik gaji jujur aku sangat mal
Balas   • Laporkan
Harry
24/01/2011
Kalo kata saya singapura jadi kuat bukan karna profesional tapi karna akal, berakal, ngakalin dan jgn kena akalin, dia bisa ngitu karna uangnya yg masuk ke singapura bnyk dan termasuk uang koruptor dr indonesia, jadi selalu dpt sumber infusan baru
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ