Bisnis

Sutardja, Miliarder AS Asal Indonesia

Sehat Sutardja dianggap sebagai salah satu pelopor zaman semikonduktor modern.

Senin, 20 Desember 2010, 11:18 WIB
Hadi Suprapto
Sehat Sutardja, CEO Marvell Technology (forbes.com)

VIVAnews - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Erwin Aksa, merasa terinspirasi sejumlah pengusaha Indonesia yang berada di Amerika Serikat. Erwin menyebutkan bahwa salah satu pengusaha kelahiran Indonesia itu berhasil membangun imperium bisnis di AS hingga beromzet puluhan triliun rupiah.

"Kami tak menduga ternyata banyak warga Indonesia yang menjadi pengusaha di Amerika," kata Erwin Aksa di Jakarta, akhir pekan lalu.

Adalah Sehat Sutardja, pengusaha yang dimaksud itu. Dia merupakan salah satu pendiri Marvell Technology Group Ltd, perusahaan yang memproduksi semi konduktor di Lembah Silikon, California, Amerika Serikat. Posisinya saat ini menjadi presiden dan kepala eksekutif korporat (CEO) perusahaan itu.

Laki-laki kelahiran Jakarta 49 tahun silam ini dianggap sebagai salah satu pelopor zaman semikonduktor modern. Terobosannya telah banyak mengubah industri elektronik. Chip yang dulunya hanya menyimpan data, kini berubah menjadi chip berkinerja tinggi. Chip dengan daya rendah ini, tengah menguasai pasar global untuk perangkat komputasi mobile dan perangkat komunikasi telepon.

Semangatnya di dunia elektronik dimulai sejak kecil. Pada usia 13, dia telah menjadi teknisi radio bersertifikat. Saat itu, dia juga telah berhasil merancang komponen dan sistem radio.

Semangat inovasi tiada henti, dia telah memberikan lebih dari 150 paten. Kini namanya telah tercatat sebagai anggota di Institut Insinyur Listrik dan Elektronik (IEEE), organisasi profesi nirlaba yang beranggotakan para ahli  telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan, antariksa, dan elektronika. Pada 2006, Silicon Valley Intellectual Property Law Association mengakui Sutardja sebagai Inventor of the Year.

Sutardja telah menjadi penyokong standar efisiensi energi bagi barang-barang elektronik rumah tangga. Dia bahkan telah bekerja dengan pemerintah Amerika Serikat dan China untuk menetapkan standar kinerja efisiensi yang dapat menghasilkan penghematan biaya signifikan dan pengurangan karbon.

Sutardja mendapat Master of Science dan gelar PhD dalam bidang Teknik Elektro dan Ilmu Komputer dari University of California, Berkeley. Ia menerima gelar Bachelor of Science di bidang Electrical Engineering dari Iowa State.

Pada 2007, Forbes menempatkan dia sebagai orang terkaya dunia ke 891. Kekayaan dia saat itu sebesar US$1 miliar, atau sekitar Rp9 triliun.

• VIVAnews
Rating
Komentar
anaking
16/04/2011
butuh perjuangan dan kerja keras untuk seperti beliau, bertindak dan berdoa
Balas   • Laporkan
bakal
06/04/2011
Amrik nggak haus pajak ya?
Balas   • Laporkan
anonymous
17/03/2011
bangga ada orang Indo yang sukses di negeri orang.. namun, mungkin beliau takut kalau niatnya memajukan bangsa dengan membuka perusahaan semi konduktor di Indonesia, malah DIPERSULIT gara-gara pemerintah yang haus akan PAJAK!
Balas   • Laporkan
irzose
10/03/2011
Aneh, kenapa di Indonesia, orang-orang yang benr-benar jenius otaknya ga kepake, yang kepake di Indonesia cum orang-orang yang jenius NGOMONGNYA ...
Balas   • Laporkan
prieska | 23/04/2011 | Laporkan
no offense, but that's ironically true
Edi Setyo
06/03/2011
Ikut berbanggga dan lebih berbangga jika beliau juga membuka pabrik di Indonesia. Selain dapat mempekerjakan saudara-saudara kita, juga merupakan media bagi para alumni teknik untuk lebih dekat dan menyalurkan potensinya.
Balas   • Laporkan
hartono
04/03/2011
Salut, kata Tung Desem, oarang sukses melihat orang sukses lainnya akan kagum dan menjadi contoh, tetapi orang negatif melihatnya secara negatif, change your mind...
Balas   • Laporkan
a.maemun
28/02/2011
Syukur. Semoga bukan hanya sukses di negeri orang, tapi bisa berbagi kesuksesan di tanah kelahiran.
Balas   • Laporkan
Ifan m
28/02/2011
Hebat, tapi jangan seperti kacang yang lupa sama kulitnya! Coba kalau bikin perusahaannya di Indonesia pasti banyak tenaga kerja Indonesia yang kerja di sana. Padahal bahan baku semi konduktor itu banyak di Indonesia.
Balas   • Laporkan
adhittana
18/02/2011
Hebat, Hebat, Hebat !!! Salut !!! Semoga makin banyak orang Indonesia bisa mengikuti jejak beliau:-)
Balas   • Laporkan
kebutuhan sticker kaca belakang mobil & kaca film (mobil & kantor) kadang sulit untuk anda yang sibuk. kami dapat melayani kaca film (mobil & kantor) & sticker kaca belakang mobil. melayani jabodetabek. hub di telp : 0878 8433 3224 / 021 9800 7242
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ