Enam Kiat Miliarder Top Yang Bisa Ditiru

Mereka bisa berfoya-foya dengan uang yang mereka miliki. Namun, mereka memilih hemat.

Selasa, 9 November 2010, 05:00 WIB
Antique, Nur Farida Ahniar
Carlos Slim (forbes)

VIVAnews - Miliarder memang identik dengan kepemilikan uang "segunung". Mereka bisa membelanjakan kekayaannya atau berfoya-foya sesuka hati. Bahkan, seolah-olah tak bakal habis meski sang miliarder sudah tutup usia.

Simak saja misalnya, Carlos Slim Helu, konglomerat di bidang telekomunikasi. Menurut majalah Forbes, ia memiliki kekayaan US$60,6 miliar. Dengan asumsi tidak ada perubahan kekayaan, ia bisa menghabiskan US$1.150 per menit hingga 100 tahun ke depan sebelum ia kehabisan uang.

Namun, Carlos memilih hidup berhemat. Dia, seperti beberapa contoh miliarder top dunia lainnya, juga tidak gemar berfoya-foya menghabiskan uangnya. Bahkan, beberapa sikap dan perilaku miliarder pun bisa dicontoh. Berikut beberapa contoh yang bisa ditiru:

1. Tetap tinggal di rumah sederhana

Seorang miliarder mampu tinggal di apartemen yang paling ekslusif lebih dari yang Anda bayangkan. Seperti Bill Gates yang memiliki luas rumah 66.000 kaki persegi, senilai US$147,5 juta di Medina-Washington.

Namun miliarder hemat seperti Warren Buffet memilih untuk tetap tinggal di rumah yang sederhana. Ia tinggal di rumah dengan lima kamar tidur di Omaha yang dibeli pada 1957 sebesar US$31.500.

2. Gunakan transportasi publik

Miliarder hemat seperti John Caudwell, David Cheriton dan Chuck Feeney memilih untuk jalan kaki, mengendarai sepeda, dan menggunakan transportasi publik untuk berkeliling kota.

Tentu saja orang kaya itu bisa menggunakan helikopter untuk pertemuan jamuan makan siang atau naik mobil Bentleys dengan dikemudikan sopir, namun mereka memilih sedikit berolahraga atau menggunakan angkutan umum. Ini menguntungkan untuk berhemat, sekaligus juga baik untuk lingkungan.

3. Membeli pakaian dari rak mal

Beberapa orang memakai pakaian dengan disainer ternama, namun beberapa miliarder hemat memutuskan menggunakan baju simpel, karena menurutnya baju yang mahal tidak sebanding dengan usaha mereka.

Anda dapat menemukan Cheriton, profesor Stanford, pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page yang mengenakan jins dan T shirt.

Invard Kampard, pendiri perusahaan furnitur Ikea juga menghindari memakai jas, dan miliarder ponsel Caudwell membeli pakaiannya dari rak toko baju dibanding menghabiskan kekayaan dari perancang.

4. Gunakan salon biasa untuk memotong rambut.

Biaya rata-rata untuk memotong rambut sekitar US$45 di Amerika, namun orang kaya dapat menghabiskan US$800 untuk mengganti model rambut. Jika dikalikan setiap enam minggu selama satu tahun, maka akan menghabiskan US$7.200. Itu tidak termasuk dengan tip.

Para miliarder itu dapat mengganti model rambutnya dengan mode paling gaya dan tarif mahal di salon mewah. Tetapi, miliarder seperti Caudwell dan Cheriton memilih memotong rambut sendiri di rumah.

5. Mengendarai mobil biasa

Sementara itu, miliarder seperti Larry Ellison (pendiri dan CEO Oracle) gemar menghabiskan jutaan uang untuk mobil, kapal, dan pesawat tapi yang lain tetap rendah hati dengan menggunakan kendaraan pilihannya.

Jim Walton (keluarga Wal Mart) mengendarai truk pick up selama 15 tahun. Azin Preji, taipan India mengendarai Toyota Corolla. Sedangkan Kamprad dari Ikea, mengendarai mobil volvo selama 10 tahun.

Mereka berpendapat, daripada untuk membeli mobil, lebih baik memilih membeli tanah. Tidak perlu mengendari mobil yang berganti dalam seminggu.

6. Hindari membeli barang mewah

Mungkin ini mengejutkan bagi kita, namun orang terkaya di dunia, Slim-orang yang bisa menghabiskan lebih dari US$1.000 per menit ternyata tidak memiliki kapal pesiar atau pesawat.

Namun, banyak miliarder lainnya memilih menghindari barang mewah. Buffet juga menghindari barang mewah kendati materi berlimpah.  Menurutnya, "mainan itu kebanyakan menyebabkan sakit leher."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ing
20/11/2010
You'll be never be satisfied by what ever you have...but by whatever you need...do you need all of those things?? then get it ..lol
Balas   • Laporkan
matpeci
09/11/2010
di indonesia banyak orang jatuh miskin karena ingin terlihat kaya
Balas   • Laporkan
ianwilliam
09/11/2010
pergunakan hidupmu sebaik-baiknya hindari perbuatan negative dan buat orang disekelilingmu bangga denganmu
Balas   • Laporkan
edy
09/11/2010
tuh hemat pangkal kaya.....
Balas   • Laporkan
Elman
09/11/2010
sangat setuju berhemat bukan berarti pelit lebih harta yg berlimpah diperbantukan bagi masyarakat yg memerlukan semisal korban bencana atau program pengentasan kemiskinan... bravo
Balas   • Laporkan
chillipop
09/11/2010
hemat pangkal kaya...
Balas   • Laporkan
agung
09/11/2010
Cuma artis aja yg style nya tinggi, kalah produsernya
Balas   • Laporkan
reni
09/11/2010
kalau uang yang didapat dari kerja keras dan jujur,pasti membawa manfaat bagi pemiliknya,dan membuat orang jadi lebih bijaksana.lain kalau dapat uangnya hasil curian seperti semua pejabat di Indonesia,manusia2nya jadi tambah serakah dan bejat.
Balas   • Laporkan
Aldivo
09/11/2010
Trus, untuk apa uang mereka itu semua...?? untuk apa mereka menjadi kaya ya...?? toh mereka juga hidup sederhana..
Balas   • Laporkan
regan | 18/11/2011 | Laporkan
bawah ane, sangat mengerti tentang kehidupan ini.
raylee19 | 04/12/2010 | Laporkan
ya sudah tentu untuk hidup nyaman, tanpa utang,tanpa stress. dan yang terpenting bisa membantu banyak orang..dan juga dengan kita kaya maka kita tidak menyusahkan orang lain..
londonboy
09/11/2010
Ini saran buat Milyarder Indonesia? Nga mungkinlah terjadi, Milyarder Indo terlalu EGO dan PAMER, nanti Orang nga HORMAT donk kalo ikut saran diatas...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ