Mengapa di China Makin Banyak Miliarder

Jumlah miliarder dari China menempati posisi kedua terbesar setelah Amerika Serikat.

Jum'at, 5 November 2010, 06:10 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nur Farida Ahniar
Huang Guangyu, taipan China (guardian.co.uk)

VIVAnews - Miliarder dari China dalam daftar 400 orang terkaya dunia kini terus bertambah. Dalam daftar orang terkaya asal China versi Forbes disebutkan, masuknya 49 konglomerat baru membuat orang terkaya dari Negeri Tirai Bambu itu menjadi 128 orang.

Dalam rilis terbaru daftar orang kaya China, Zong Qinghou, pemimpin perusahaan minuman raksasa Wahaha, menempati urutan pertama dengan membukukan kekayaan US$8 miliar dari sebelumnya US$4,8 miliar tahun lalu.

China tumbuh pesat 30 tahun terakhir setelah Deng Xiaoping memperkenalkan kebijakan pro pasar. Ekonomi China tumbuh menjadi negara terbesar kedua di dunia. Jumlah miliarder dari China juga menempati posisi kedua terbesar setelah Amerika Serikat.

Shenzen adalah wilayah yang menyumbang miliarder terbanyak, yakni 17 orang. Disusul Beijing dengan 15 orang dan Shanghai yang menempati urutan ketiga dengan 10 orang terkaya. Sembilan konglomerat berada di bawah usia 40 tahun dan 11 miliarder China berjenis kelamin perempuan.

Menariknya, laporan Forbes menunjukkan bahwa 10 dari 400 orang terkaya China telah mendapatkan keuntungan dari sektor kesehatan. Hal itu menunjukkan perbedaan kontras dari tahun sebelumnya yang lebih banyak berasal dari sektor real estate atau properti.

Lu Zhiqiang dari Oceanwide Construction misalnya. Posisinya bergeser jauh ke posisi 51 dari sebelumnya di peringkat 31 dengan kekayaan yang menyusut sekitar US$500 juta tahun ini menjadi US$2,15 miliar.

"China adalah negara yang memimpin penawaran saham perdana tahun ini, dan peningkatan besar pada kekayaan miliarder terkait erat dengan kesuksesan IPO (initial public offering) perusahaan China," kata Editor Senior Forbes, Russel Flannery.

Secara umum, negara-negara di Asia memiliki kinerja yang baik tahun ini. Meski terlihat turun tipis dibanding orang Amerika, konglomerat dari kalangan Asia hanya bertambah 104 orang dalam daftar miliarder dunia.

"Semangat wirausaha yang kuat, kenaikan saham dan aset, pertumbuhan ekonomi yang berlanjut, serta apresiasi renminbi membuat miliarder China meningkat dalam tahun-tahun mendatang," kata Zhou Jiangong, editor in chief Forbes China.

Selain itu, praktik akuntansi dan sulitnya mencatat nilai perusahaan tak tercatat di bursa, membuat kemungkinan lebih banyak miliarder di negara berkembang di Asia yang tidak tercatat dalam daftar tersebut.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Rakyat Indo
06/01/2011
Impor pemimpin dari "CHINA" aja biar Indo cepat maju. Sebenarnya Indo punya pemimpin yg tangguh seperti "CEO" yg telah terbukti sukses. Contohnya "TP Rachmat" tapi gak bakal terpilih, karena "SARA" nya pasti dipermasalahkan...!!! Nasib deh Indonn..!!
Balas   • Laporkan
piter allo
05/11/2010
dahsyat negeri china........kita harus belajar dr ekonomi mereka!! pemimpin2 sukses pasti pengikutnya jg berjiwa sukses.
Balas   • Laporkan
piter allo
05/11/2010
dahsyat negeri china........kita harus belajar dr ekonomi mereka!! pemimpin2 sukses pasti pengikutnya jg berjiwa sukses.
Balas   • Laporkan
yudi suwarno
05/11/2010
Negeri ini juga memiliki potensi yg sama bahkan lebih dr China. Atasi sendiri masalah komputer/printer anda dgn cara mudah dan efektif, klik www.solusipc.com/?id=yudisuwarno
Balas   • Laporkan
abeb_nego
05/11/2010
kapan yah indonesia....????
Balas   • Laporkan
Arifin
05/11/2010
Subhanallah...ternyta suruhan untuk belajar walaupun sampai kenegeri chhina, bukan isapan jempol semata....
Balas   • Laporkan
reni
05/11/2010
pemimpin yang adil dan benar2 memikirkan kemajuan bangsanya pasti akan membawa bangsanya pada posisi terhormat dan disegani. tapi pemimpin yang serakah,gila kekuasaan,bahkan meraih kekuasaan dengan kecurangan,hanya membawa bencana pada negeri ini.
Balas   • Laporkan
reni
05/11/2010
pemimpin yang adil dan benar2 memikirkan kemajuan bangsanya pasti akan membawa bangsanya pada posisi terhormat dan disegani. tapi pemimpin yang serakah,gila kekuasaan,bahkan meraih kekuasaan dengan kecurangan,hanya membawa bencana pada negeri ini.
Balas   • Laporkan
deddy
05/11/2010
hebat.........
Balas   • Laporkan
abu_malik
05/11/2010
Pantesan banyak MLM mkn subur di Indonesia, klo dilihat semua pusatnya nya di cina. Abis semua duit di bawa ke cina dah
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ