VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan realisasi penyerapan anggaran kementerian hingga 31 Juli 2010 baru mencapai Rp25,4 miliar.
Jumlah itu baru sekitar 22,25 persen dari total alokasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 sebesar Rp114 miliar.
"Sedangkan terhadap APBN-P mencapai 15,29 persen dari total anggaran Rp166,2 miliar," kata Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, dalam rapat kerja dengan Komisi VI-DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin 6 September 2010.
Menurut Mustafa, masih rendahnya realisasi anggaran tersebut disebabkan proses tender pada beberapa kegiatan masih berlangsung. Selain itu, pekerjaan konsultan baru pada tahap awal, sehingga belum ada tagihan.
Proses pengadaan peralatan kantor juga baru selesai pertengahan Agustus, sehingga saat ini sedang dalam tender. Alasan lain adalah belanja honor yang terkait dengan output kegiatan sebagian besar masih belum direalisasikan.
Kementerian BUMN mengungkapkan tambahan pagu anggaran Rp52 miliar yang akan digunakan untuk renovasi gedung sebesar Rp32 miliar hingga kini masih dalam proses tender.
Sementara itu, untuk program penyusunan roadmap BUMN sebesar Rp15 miliar dan program kajian pemetaan aset Rp5 miliar tidak dapat dilaksanakan karena dalam Undang-Undang APBN-P 2010 tidak tercantum kegiatan tersebut.
"Atas dasar itu kami harapkan kedua kegiatan tersebut dapat diakomodasi dalam APBN 2011," katanya.