Kenapa Tiket Lion Air Turun Dekati Lebaran
Lion Air telah mengajukan tambahan 30 ribu kursi, namun belum sepenuhnya digunakan.
Senin, 6 September 2010, 09:57 WIB
Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
Boeing 737-900 ER milik Lion Air yang baru tiba dari Amerika (Antara/ Ismar Patrizki)
VIVAnews - Maskapai penerbangan Lion Air menyatakan, penurunan harga tiket sejumlah penerbangan menjelang Lebaran sebagai hal yang biasa. Ini hanya sebagai salah satu strategi pemasaran.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, saat jauh hari Lion Air telah memasang harga batas atas sebagai percobaan pasar. Lalu, menjelang keberangkatan Lion Air baru memasang harga normal.
"Revisi harga itu wajar mengikuti permintaan, seperti beli baju saja. Beli harga normal lalu didiskon," kata Edward saat dihubungi VIVAnews, Senin 5 September 2010.
Seperti diberitakan VIVAnews, sepekan mendekati Lebaran, harga tiket pesawat di Maskapai Lion Air malah turun dibandingkan harga yang ditawarkan satu-dua pekan sebelumnya.
Edward mengatakan, hingga H-4 atau Senin 6 September belum terjadi lonjakan penumpang yang signifikan. Lion Air telah mengajukan tambahan 30 ribu kursi, namun belum sepenuhnya digunakan.
"Arus mudik sekarang tidak luar biasa. Sampai hari ini belum ada lonjakan penumpang," ujarnya.
Menurut Edward, walaupun belum ada lonjakan penumpang, tingkat isian pesawat atau load factor penerbangan Lion Air untuk penerbangan Lebaran hampir mencapai 100 persen. Sedangkan yang masih kosong merupakan penerbangan tambahan seperti tujuan Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Solo, dan Surabaya-Balikpapan. Tambahan ini masing-masing satu kali penerbangan.
Edward menduga turunnya jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi udara akibat mereka lebih senang menggunakan transportasi lain, seperti mobil.
• VIVAnews
joe
05/07/2011
lion air sangat tidak bertanggung jawab koper saya waktu ke singapore hilang . apa lion bertanggung jawab? tidak. sering kali lion ,kehilangan koper.
ulun
07/09/2010
nyakitin, bener... betapa sakit hati ini dikerjain para kapitalis serakah bin dzolim!
Johan
06/09/2010
lion air hrs berani mengakui bhw mereka terlena oleh pengalaman sblmnya, strategi profit taking yg sll diterapkan akhirnya jd bumerang, turunnya jmlh penumpang membuktikan bahwa bnyk org enggan naik pswt krn hrg yg terlalu tinggi setiap hr raya
nel
06/09/2010
permintaan naik, harga naik gk perlu dipake lg lah...
orientasi untung wajar, tp dg ttp mphatikan kpentingan bsama.
maaf atas komen sy klo mnyinggung.
:)
nel
06/09/2010
asumsinya perusahaan gk merugi. di samping itu, 'anggap aj' sedekah, mbantu masyarakat utk silaturrahim dgn keluarganya...
*sy tmasuk yg heran, knp bs tiket mlonjak naik di tengah potensi pasar yg sangat mungkin mbeli*
aturan ekonomi kapitalis :...
nel
06/09/2010
iya, sangat disayangkan sekali kondisi ini.
logikanya jk musim mudik gini, harusnya banyak yg mudik dan pemerintah/swasta yg 'numpang hidup' d indonesia berbaik hatilah menawarkan tiket dgn harga yg wajar in normal. toh, klo murah jg banyak yg beli dan...
AREK
06/09/2010
Tidak mengenakan mendapati tiket turun setelah kita beli, tdk profesional serakah, membuat kecewa customer saja, sekalian tdk usah jual ... mengingat org beli siap2 buat lebaran malah di mainin sama harga dari LION
boss
06/09/2010
karma... manajemen buruk dan tidak profesional... banyak penumpang yang sakit hati....
ozz
06/09/2010
salah sndiri disimpen2 buat mo lebaran, jual aja 1 bln sblum krn orng awam pasti da rencana pergi sbulan sblum brankat
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar