VIVAnews - PT Perusahaan Gas Negara Tbk/PGN (berkode saham PGAS) menganggarkan belanja modal (capex) senilai US$600 juta pada tahun depan (2011), naik dibandingkan tahun ini antara US$200 juta sampai US$250 juta.
Dalam rencana tersebut, juga termasuk nilai investasi untuk akuisisi ladang migas senilai US$350 juta dan tanki gas senilai US$50 juta untuk mendukung penyaluran dan pasokan gas. Sebagian besar sumber pendanaan berasal dari eksternal perseroan.
Menurut analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra, akuisisi ladang migas dilakukan perseroan untuk mengantisipasi permintaan yang terus naik. Pada semester I-2010, volume distribusi PGAS mencatat kenaikan menjadi 827 mmscfd dari 756 mmscfd pada periode yang samat 2009.
"Kami menilai, rencana capex PGAS dalam jumlah besar sangat baik untuk menunjang pertumbuhan kinerjanya dalam jangka panjang," ujarnya dalam riset yang diterima VIVAnews di Jakarta, Senin 6 September 2010.
Maxi menambahkan, permintaan terhadap gas bumi diperkirakan terus meningkat, terutama karena harganya yang jauh di bawah sumber energi lainnya. Hal itu membuat perseroan mengantisipasinya, antara lain dengan mengakuisisi ladang migas untuk meningkatkan pasokan gasnya.
"Meski perseroan memiliki utang dalam jumlah besar yaitu US$1,15 miliar per Juni 2010, cost of debt hanya sebesar 2,6 persen per tahun," ujarnya.
Untuk kinerja tahun ini, ia memperkirakan PGAS akan membukukan pendapatan Rp22,4 triliun dengan laba usaha dan laba bersih masing-masing Rp10,1 triliun dan Rp6,3 triliun.
Sedangkan target harga saham perseroan adalah Rp5.600, dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF). "Rekomendasi untuk saham ini buy," kata Maxi.
• VIVAnews