Bisnis

Dipuji,Putusnya Kontrak Burger King-Sinar Mas

Burger King menilai bahwa perkebunan kelapa sawit Sinar Mas telah melanggar ketentuan

Sabtu, 4 September 2010, 20:35 WIB
Renne R.A Kawilarang
Suasana di restoran cepat saji Burger King di Amerika Serikat (AP Photo)

VIVAnews - Kalangan aktivis lingkungan hidup memuji keputusan restoran cepat saji asal Amerika Serikat (AS), Burger King, yang menghentikan pembelian minyak kelapa sawit dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology. Pasalnya, Sinar Mas dianggap telah merusak kawasan hutan hujan demi mengeruk keuntungan.

Burger King Jumat lalu menyatakan telah membatalkan kontrak dengan Sinar Mas karena perusahaan kelapa sawit itu dianggap tidak menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Berdasarkan audit independen, Burger King menilai bahwa perkebunan kelapa sawit Sinar Mas telah melanggar sejumlah ketentuan, diantaranya menanam di kawasan lahan gambut dan hutan sekunder.

"Praktik-praktik itu tidak konsisten dengan komitmen tanggungjawab korporat kami," demikian pernyataan Burger King melalui akun Facebook yang dipantau kantor berita Associated Press. Namun, Burger King tidak menyebut sumber minyak kelapa sawit alternatif, mengingat itu merupakan komponen penting untuk memasak produk makanan mereka.

Pemutusan kontrak itu disambut baik oleh kalangan aktivis lingkungan hidup internasional, Greenpeace. Kelompok itu menuding Sinar Mas telah membabat hutan di Sumatera yang menjadi habitat orangutan dan spesies langka lain.

Bustar Maitar dari Greenpeace pun mendesak perusahaan-perusahaan produk makanan lainnya seperti Cargill, Pizza Hut, dan Dunkin' Donuts untuk melakukan langkah serupa dengan Burger King.

Jatna Supriatna dari Conservation International Indonesia menilai bahwa langkah Burger King itu menjadi pelajaran bagi Sinar Mas dan perusahaan-perusahaan lain yang telah merusak hutan tropis di Indonesia. Kawasan hutan tidak saja merupakan tempat tinggal bagi satwa-satwa langka, namun juga sebagai filter untuk menyerap karbon dioksida - unsur kunci bagi munculnya pemanasan global.

Sementara itu, Sinar Mas mengungkapkan kekecewaan atas keputusan Burger King. Namun, Sinar Mas akan bekerja keras untuk meyakinkan perusahaan AS itu bahwa mereka berkomitmen pada praktik-praktik yang ramah lingkungan.

Sebelum Burger King, sejumlah perusahaan seperti Unilever, Nestle, dan Kraft Foods juga memutuskan kerjasama dengan Sinar Mas. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
zoldyc
12/10/2010
greenpeace m'punyai prioritas dlm mnangani mslh. ia bknlah klmpk anti klpa swt maupun b'niat utk m'jatuhkan p'industrian. jka di suatu daerah tdpt p'kebunan klpa swt, boleh kok d'manfaatkan klpa swtnya, asal jgn memperluas kbun dg cra mrusk htn yg t'sisa.
Balas   • Laporkan
Rasen
06/09/2010
greenpeace berkomentar ttg pengrusakan hutan yang "katanya" dilakukan oleh salah satu perusahaan indonesia ini. Tp kok Greenpeace tidak ada satu pun komen ttg kejadian dan isu2 di Irian Jaya, di mana hutan dijadikan tempat pembuangan sampah tambang?
Balas   • Laporkan
blackhawk
06/09/2010
RSPO cuma akal akalan orang luar untuk menjatuhkan palm product. sinergi yang luar biasa hebat, antara produsen minyak non sawit dengan lsm lingkungan. saya salut akan hal ini. tetep maju perindustrian kelapa sawit dalam negeri. mari kita bangun indonesia
Balas   • Laporkan
annae
06/09/2010
aaaaaaaaaa burger king buat iklan murahan,awas green peace dibayar oleh negara pesaing kita.kenapa mereka tdk memboikot minyak sawit malaysia kenapa harus product indonesia,SAY NO TO NGO /GREEN PEACE.
Balas   • Laporkan
sailendra
05/09/2010
pemerintah letoy sih, sekarang pasti lagi bingung bela sinarmas atau greenpeace.... emang greenpeace ngasih makan orang indonesia, kalau pemerintah berani kasih izin sinarmas berarti harus berani bela dong
Balas   • Laporkan
Tri
05/09/2010
Burger, makanan apa tuh ya?
Balas   • Laporkan
ahmad nawawi
05/09/2010
Saya lebih mencintai produk dalam negeri, daripada makan King Burger, lebih baik makan kue sorabi, makannya sambil jongkok, ngobrol bareng tukang becak ama tukang ojek. Nikmat dan halal.
Balas   • Laporkan
tomoes
05/09/2010
sinarmas punya indon..pantas berkelit...
Balas   • Laporkan
tony
04/09/2010
lawan yang seimbang, top markotop
Balas   • Laporkan
yoimen
04/09/2010
yah..yg pro dan kontra..nikmati aj lah burger king nya,...tp jgn mahal2
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial