VIVAnews - Saham-saham sektor pertambangan masih mengalami tekanan jual investor paling besar hingga berakhirnya transaksi hari ini, Kamis 2 September 2010.
Indeks saham sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun sebesar 2,17 persen atau terkoreksi paling dalam di antara indeks saham sektor lainnya.
Menurut pengamat pasar modal Arief Budisatria, terlihat para investor banyak mengamankan posisi menjelang libur panjang dengan melakukan penjualan saham, terutama pada saham-saham sektor komoditas tambang.
"Hal itu terpicu sentimen private placement (penawaran terbatas) saham tambang, yakni ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk) dan ADRO (PT Adaro Energy Tbk) yang sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari manajemen atas simpang siur berita tersebut," ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta.
Di BEI, saham tambang yang melemah cukup besar (top losser) di antaranya saham Indo Tambangraya Megah yang terkoreksi Rp2.200 atau 5,59 persen ke level Rp37.100, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah Rp350 (1,93 persen) menjadi Rp17.750, dan Adaro Energy turun Rp80 atau 4,27 persen di posisi Rp1.790.
Tim riset PT Paramitra Alfa Sekuritas juga berpendapat, meski IHSG mendapatkan sentimen positif dari kenaikan bursa regional dan harga minyak mentah yang meningkat, aksi ambil untung (profit taking) investor terhadap sejumlah saham tidak dapat diredam.
Kendati demikian, pemodal asing terlihat masih meramaikan transaksi di pasar reguler. Mereka membeli saham senilai Rp1,18 triliun dan melepas sebesar Rp1,16 triliun, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp137,82 miliar.
Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG melemah 13,17 poin atau 0,42 persen ke level 3.122,15. Pergerakan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang terkoreksi 15,43 poin (0,50 persen) di posisi 3.119,89.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp9,17 triliun dan volume tercatat 13,99 juta lot dengan frekuensi 106.273 kali. Sebanyak 81 saham menguat, 121 melemah, 82 stagnan, dan 195 saham tidak terjadi transaksi.
Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 245,09 atau 1,19 persen di posisi 20.868,92, Nikkei 225 terangkat 135,82 poin (1,52 persen) ke level 9.062,84, dan Straits Times naik 3,83 poin atau 0,13 persen menjadi 2.986,66.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.011 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 9.007 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.008 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu 1 September 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.034 per dolar AS. (art)