Bisnis

Pekan Depan, Krakatau Steel Daftar IPO

Perseroan berencana melepas saham perusahaan sebanyak 19,61 persen.

Kamis, 2 September 2010, 16:06 WIB
Antique, Syahid Latif
produk baja lembaran (Vivanews)

VIVAnews - PT Krakatau Steel (KS) menjadwalkan akan menyerahkan dokumen pendaftaran penawaran umum perdana saham (IPO) pada pekan depan.

"Tepatnya Senin depan, 6 September 2010," kata Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 2 September 2010.

Senin depan, Fazwar menambahkan, pihaknya akan bertemu dengan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany.

Sebelumnya, manajemen KS menargetkan pendaftaran dokumen IPO ke Bapepam-LK dapat dilaksanakan pada 20 Agustus 2010.

Seperti diketahui, perseroan berencana melepas saham perusahaan sebanyak 19,61 persen. Pelepasan saham itu merupakan tahap pertama dari rencana privatisasi BUMN baja tersebut sebesar 30 persen.

Kementerian BUMN berharap, total dana uang bisa diraup dari pelepasan 30 persen saham KS bisa mencapai Rp4-5 triliun. Dana itu seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat keuangan perusahaan.

Dalam gelaran IPO kali ini, pemerintah telah menunjuk tiga perusahaan penjamin emisi yaitu PT Mandiri Sekuitas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas.

KS juga sudah menunjuk dua agen penjual asing (selling agent) yaitu Credit Suisse dan Deutsche Bank AG yang bakal menawarkan saham KS ke sejumlah investor asing.

Pinjaman HSBC
PT Krakatau Steel juga memperoleh pinjaman kredit dari HSBC Amanah, divisi usaha syariah HSBC, senilai US$ 33 juta. Dana itu akan digunakan untuk mendukung pengadaan bahan baku perusahaan baja tersebut.

"Penggunaan fasilitas pembiayaan syariah merupakan bagian dari strategi kami dalam mendiversifikasi sumber pendanaan, sehingga tidak hanya berasal dari sumber konvesional," kata Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Kamis, 2 September 2010.

Menurut Sukandar, fasilitas pinjaman yang diperoleh perusahaan kali ini merupakan pembiayaan berbasis syariah melalui fasilitas murabahah. "Kami berharap hal ini dapat dilihat sebagai bentuk dukungan kami terhadap perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia," kata Sukandar.

Sementara itu, Head of Global Banking HSBC Indonesia Rajeev Babel menyatakan, transaksi dengan KS kali ini merupakan salah satu transaksi penting artinya karena dilakukan setelah perubahan undang-undang PPN yang menghilangkan pajak ganda bagi transaksi murabaha.

“Kerjasama kami dengan Krakatau Steel dalam pembiayaan syariah berawal dari tahun 2007 ketika kami menjalankan transaksi sindikasi murabaha pertama sebesar US$ 50 juta," ujar Babel.

Sebagai catatan, semenjak didirikan pada tahun 2003, fokus bisnis HSBC Amanah Syariah adalah pada segmen korporasi. Selama ini HSBC ikut memfasilitasi dua sindikasi syariah bagi PT Pertamina (Persero) sebesar US$ 322 juta [ada tahun 2004 dan US$ 200 juta pada 2006.

• VIVAnews
Rating
Komentar
adit
20/10/2010
saya sangat berminat..bagaimana caranya ikut dalam usaha ini??
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial