Hatta: Malaysia, Investor Terbesar Ke-5 di RI

Investasi tercatat sejak 2005-2009.Itu tercatat sejak 2005-2009 dengan nilai US$1,2 miliar

Kamis, 2 September 2010, 10:48 WIB
Arinto Tri Wibowo, Agus Dwi Darmawan
Menko Perekonomian Hatta Rajasa (kiri) (ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, soal kedaulatan, pemerintah menekankan memang tidak ada negosiasi. Namun, pemerintah tetap mendahulukan diplomasi karena kegiatan ekonomi antarkedua negara memang tidak bisa dipisahkan.
 
"Kontribusi Malaysia itu di Indonesia sebagai investor berada di urutan ke-5. Itu tercatat sejak 2005-2009 dengan nilai US$1,2 miliar," kata Hatta di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 2 September 2010.

Kalau dari sisi tenaga kerja ada dua juta orang, sedangkan pelajar 13 ribu orang. "Demikian pula pihak Malaysia yang jumlah pelajar di Indonesia mencapai 6.000 orang," kata Hatta.
 
Untuk itu, Hatta melanjutkan, perekonomian dua pihak memang berkembang terus dan ke depan trennya akan meningkat.

Hatta juga mengapresiasi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semalam sebagai bentuk pernyataan sikap yang bijak. "Saya kira pidato itu menggambarkan bangsa yang besar," katanya.

Menurut Hatta, poin yang ada adalah pertama, Indonesia tidak pernah kompromi dalam masalah kedaulatan bangsa.
 
Kedua, Indonesia ingin segera menyelesaikan masalah perbatasan yang disengketakan antara Indonesia dan Malaysia. "Untuk itu, Presiden mendesak agar Malaysia mempercepat agenda itu," ujar Hatta.
 
Ketiga, pemerintah akan terus menempuh langkah diplomasi agar hal-hal yang berkaitan dengan dugaan kurang baik, harus dilakukan penyelidikan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
mapsihotang
07/09/2010
mau urutan keberapa pun dalam investasi malingsia itu...itu gak ada gunanya..., yang penting...harkat dan martabat dan kedaulatan bangsa yang terpenting....
Balas   • Laporkan
AnD
03/09/2010
terima kasih buat jasanya pak.... terima kasih buat yg lagi duduk di atas sana. selamat berjuang dan kami nikmati nanti. hidup dengan deretan angka... dollar atau rupiah. tinggal nikmati perjuangan pahlawan dlu ja susah yaa.. hapal pembukaan UUD gag pak.
Balas   • Laporkan
kebo
03/09/2010
bicara soal yg besar besar, ibarat nya seperti Kerbau. Badannya Besar, Tenaganya Kuat, tapi sebagai Buruh. Pikirannya NOL.BESAR.
Balas   • Laporkan
meazza
03/09/2010
benar pak...saya setuju..memang USD 1,2 M itu sudah sangat lebih dari cukup utk membeli kedaulatan NKRI yg diperjuangkan pahlawan kita dulu sekalian membeli pejabat2 seperti bapak sekarang ini...
Balas   • Laporkan
suwandi
02/09/2010
usir dan sita untuk rakyat....salah sendiri punya investasi tapi ngajak ribut. hrsnya dia juga pikir untung ruginya klo mw ngajak ribut....
Balas   • Laporkan
bus_tomi
02/09/2010
mane,....... gerak yu,...... jangan ngemeng doang, tapi g d bukti,...? GAYANG MALASIA''L''
Balas   • Laporkan
icha
02/09/2010
@mas budi: aku setuju ikut invest coba sampaikan ke pak hatta, apa pak presiden sekalian, klo di koment ini kayaknya dia ga baca dwehh he he he he he...pis....!!!!
Balas   • Laporkan
UNTORO
02/09/2010
DASAR PEJABAT MENTALTEMPE...NGGAK MAU NGUSAHAIN LAPANGAN KERJA BAGI RAKYATNYA NDIRI...KITA KURANG APA????...SDA BERLIMPAH, SDM NGGAK KALAH...MENTAL TEMPE!!!!
Balas   • Laporkan
heri
02/09/2010
pak hatta....kasih bandingannya yg heboh napa, masak cm USD1,2M dibela2in segitunya g sadar klo dikadalin sm Malingsial.....maluuuuuuuu....
Balas   • Laporkan
roby
02/09/2010
makanya g enak jd negara kaya yang "miskin", investor macem-macem bikin ulah kita ketakutan siinvestor lari....tapi kedaulatan dan kehormatan bangsa yang harus di nomor satukan dibandingkan dengan nilai investasi JAYALAH BANGSAKU INDONESIAi
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ