VIVAnews - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, soal kedaulatan, pemerintah menekankan memang tidak ada negosiasi. Namun, pemerintah tetap mendahulukan diplomasi karena kegiatan ekonomi antarkedua negara memang tidak bisa dipisahkan.
"Kontribusi Malaysia itu di Indonesia sebagai investor berada di urutan ke-5. Itu tercatat sejak 2005-2009 dengan nilai US$1,2 miliar," kata Hatta di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 2 September 2010.
Kalau dari sisi tenaga kerja ada dua juta orang, sedangkan pelajar 13 ribu orang. "Demikian pula pihak Malaysia yang jumlah pelajar di Indonesia mencapai 6.000 orang," kata Hatta.
Untuk itu, Hatta melanjutkan, perekonomian dua pihak memang berkembang terus dan ke depan trennya akan meningkat.
Hatta juga mengapresiasi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semalam sebagai bentuk pernyataan sikap yang bijak. "Saya kira pidato itu menggambarkan bangsa yang besar," katanya.
Menurut Hatta, poin yang ada adalah pertama, Indonesia tidak pernah kompromi dalam masalah kedaulatan bangsa.
Kedua, Indonesia ingin segera menyelesaikan masalah perbatasan yang disengketakan antara Indonesia dan Malaysia. "Untuk itu, Presiden mendesak agar Malaysia mempercepat agenda itu," ujar Hatta.
Ketiga, pemerintah akan terus menempuh langkah diplomasi agar hal-hal yang berkaitan dengan dugaan kurang baik, harus dilakukan penyelidikan.
mau urutan keberapa pun dalam investasi malingsia itu...itu gak ada gunanya..., yang penting...harkat dan martabat dan kedaulatan bangsa yang terpenting....
terima kasih buat jasanya pak.... terima kasih buat yg lagi duduk di atas sana. selamat berjuang dan kami nikmati nanti. hidup dengan deretan angka... dollar atau rupiah. tinggal nikmati perjuangan pahlawan dlu ja susah yaa.. hapal pembukaan UUD gag pak.
benar pak...saya setuju..memang USD 1,2 M itu sudah sangat lebih dari cukup utk membeli kedaulatan NKRI yg diperjuangkan pahlawan kita dulu sekalian membeli pejabat2 seperti bapak sekarang ini...
@mas budi: aku setuju ikut invest coba sampaikan ke pak hatta, apa pak presiden sekalian, klo di koment ini kayaknya dia ga baca dwehh he he he he he...pis....!!!!
DASAR PEJABAT MENTALTEMPE...NGGAK MAU NGUSAHAIN LAPANGAN KERJA BAGI RAKYATNYA NDIRI...KITA KURANG APA????...SDA BERLIMPAH, SDM NGGAK KALAH...MENTAL TEMPE!!!!
makanya g enak jd negara kaya yang "miskin", investor macem-macem bikin ulah kita ketakutan siinvestor lari....tapi kedaulatan dan kehormatan bangsa yang harus di nomor satukan dibandingkan dengan nilai investasi JAYALAH BANGSAKU INDONESIAi