Asing Borong Saham, IHSG Petik 53 Poin

Terjadi pembelian bersih (net buying) pemodal asing sebesar Rp175,46 miliar.

Rabu, 1 September 2010, 16:34 WIB
Antique
Pialang mengamati pergerakan saham (Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Aksi investor yang meramaikan bursa dengan pemburuan saham mampu mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) di atas level 3.100 pada akhir perdagangan hari ini, Rabu 1 September 2010.

Pemodal asing terlihat kembali meramaikan transaksi di pasar reguler. Mereka membeli saham senilai Rp1,09 triliun dan hanya melepas sebesar Rp912,63 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp175,46 miliar.

Analis PT BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi, berpendapat, kenaikan indeks pada hampir sebagian besar bursa dunia dan kenaikan harga minyak ke level US$72,11 per barel, serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi sejumlah faktor penggerak aksi beli pemodal hari ini.

"Penurunan IHSG yang terjadi pada transaksi beberapa waktu lalu yang signifikan, sepertinya turut memberikan dampak signifikan bagi keyakinan investor dalam mengambil posisi beli beberapa saham berfundamental kuat," ujarnya dalam keterangannya kepada VIVAnews di Jakarta.

Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG terangkat 53,43 poin atau 1,73 persen ke level 3.135,31. Pergerakan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang menguat 31,50 poin (1,02 persen) di posisi 3.113,38.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp4,75 triliun dan volume tercatat 10,49 juta lot dengan frekuensi 93.973 kali. Sebanyak 142 saham menguat, 65 melemah, 80 stagnan, dan 192 saham tidak terjadi transaksi.

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 87,34 atau 0,43 persen di posisi 20.623,83, Nikkei 225 terangkat 102,96 poin (1,17 persen) ke level 8.927,02, dan Straits Times naik 32,50 poin atau 1,10 persen menjadi 2.982,83.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang mengontribusi peningkatan IHSG cukup besar di antaranya saham PT Astra International Tbk (ASII) yang terangkat Rp1.800 atau 3,78 persen ke level Rp49.400, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp1.300 (3,29 persen) menjadi Rp40.700, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp650 atau 3,68 persen di posisi Rp18.300.

Berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.012 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 9.015 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.034 per dolar AS. Pada perdagangan Selasa 31 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.041 per dolar AS. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ