VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil berbalik arah menguat (rebound) pada transaksi awal hari ini, Rabu 1 September 2010.
Menurut tim riset PT Mega Capital Indonesia, penguatan indeks bursa global dan regional diperkirakan menjadi faktor positif pergerakan IHSG. Namun, jika data inflasi bulan Agustus yang akan dirilis siang ini lebih buruk dari estimasi diprediksi akan mendorong berlanjutnya pelemahan indeks.
Sekuritas tersebut memproyeksikan IHSG hari ini bergerak pada level batas bawah (support) 3.060 dan batas atas (resistance) 3.100, dengan target harian (intraday) berada di kisaran 3.040-3.120.
Pada pembukaan perdagangan Rabu, IHSG menguat 7,68 poin (0,25 persen) ke level 3.089,57. Penguatan itu melanjutkan pergerakan serupa pada prapembukaan (pre-opening) yang sempat naik 7,93 poin atau 0,24 persen di posisi 3.089,32.
Sedangkan pada transaksi kemarin, Selasa 31 Agustus 2010, IHSG ditutup negatif setelah terkoreksi 17,68 poin (0,58 persen) ke level 3.082,91.
Indeks bursa Asia pada saat IHSG dibuka sebagian besar juga bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 37,09 poin (0,18 persen) ke level 20.573,58, Nikkei 225 menguat 45,68 poin atau 0,52 persen di posisi 8.869,74, dan Straits Times naik 19,66 poin (0,67) menjadi 2.969.99.
Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Selasa sore waktu New York atau Rabu dini hari WIB bergerak variatif.
Indeks harga saham Dow Jones naik 4,99 poin (0,05 persen) menjadi 10.014,72 dan Standard & Poor's 500 menguat 0,41 poin atau 0,04 persen ke level 1.049,33, tetapi indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 5,94 poin (0,28 persen) di posisi 2.114,03.