Asing Lepas Saham, IHSG Terpangkas

Indeks di BEI berakhir melemah 17,68 poin atau 0,58 persen ke level 3.081,88.

Selasa, 31 Agustus 2010, 16:39 WIB
Antique
Penutupan Bursa (Antara/Fanny Octavianus)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bercokol di bawah level 3.100 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa 31 Agustus 2010. Aksi investor asing yang banyak melepas portofolionya disinyalir menjadi pemicu penurunan indeks.

Pemodal asing terlihat meramaikan transaksi di pasar reguler dengan melakukan pelepasan saham. Mereka memilih melakukan pembelian saham hanya Rp810,78 miliar, tapi melepas sebesar Rp972,00 miliar, sehingga terjadi penjualan bersih (net selling) Rp170,57 miliar.

Tim riset PT Reliance Securities Tbk berpendapat, terjadinya penjualan saham yang menekan IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi terdorong aksi pelaku pasar yang mengantisipasi lonjakan inflasi Agustus yang diperkirakan bisa mempengaruhi tingkat suku bunga acuan (BI rate).

Selain itu, indikator teknis Williams%R yang mengindikasikan pelemahan pada IHSG dan sentimen negatif bursa regional hari ini turut mendorong terjadinya tekanan jual oleh investor.

Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG melemah 17,68 poin atau 0,58 persen ke level 3.081,88. Pergerakan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang turun 16,65 poin (0,54 persen) di posisi 3.082,91.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp3,56 triliun dan volume tercatat 8,38 juta lot dengan frekuensi 97.574 kali. Sebanyak 59 saham menguat, 144 melemah, 83 stagnan, dan 193 saham tidak terjadi transaksi.

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng melemah 200,73 atau 0,97 persen di posisi 20.536,49, Nikkei 225 terkoreksi 325,20 poin (3,55 persen) ke level 8.824,06, dan Straits Times turun 6,73 poin atau 0,23 persen menjadi 2.950,33.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang mengontribusi penurunan IHSG cukup besar di antaranya saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang terkoreksi Rp1.050 atau 2,60 persen ke level Rp39.200, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp350 (1,94 persen) menjadi Rp17.650, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp300 atau 1,82 persen di posisi Rp16.100.

Berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.052 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 9.042 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.041 per dolar AS. Pada perdagangan Senin 30 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.005 per dolar AS. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ