Bursa Dijaga Aksi Selektif Beli Saham

Selektif beli akan terjadi di saham-saham di sektor komoditas, infrastruktur dan konsumer.

Selasa, 31 Agustus 2010, 08:08 WIB
Antique
pialang di bursa saham (Rosa Panggabean)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak positif kembali pada transaksi hari ini, Selasa, 31 Agustus 2010.

"Aksi selektif beli sejumlah saham akan mematahkan sentimen negatif," kata Pardomuan Sihombing, Head of Research PT Recapital Securities kepada VIVAnews di Jakarta.

Dia memproyeksikan, IHSG hari ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 3.096/3.050 dan batas atas (resistance) 3.120/3.150.

Pada transaksi Senin kemarin, indeks kembali melemah setelah turun tipis 5,16 poin atau 0,17 persen ke level 3.009,56 dari perdagangan Jumat pekan lalu yang melemah di posisi 3.104,73 atau terkoreksi 40,40 poin (1,29 persen).

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 139,87 atau 0,68 persen di posisi 20.737,22, Nikkei 225 terangkat 158,20 poin (1,76 persen) ke level 9.149,26, dan Straits Times naik 18,32 poin atau 0,62 persen menjadi 2.957,06.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Senin sore waktu New York atau Selasa dini hari WIB kembali bergerak negatif.

Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 140,92 poin (1,39 persen) menjadi 10.009,73, Standard & Poor's 500 melemah 15,67 poin atau 1,47 persen ke level 1.048,92, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 33,66 poin (1,56 persen) di posisi 2.119,97.

Menurut Pardomuan, IHSG hari ini diperkirakan kembali menguat. Sentimen bursa regional dan penguatan harga komoditas akan menjadi pemicunya. "Selain itu, selektif beli terhadap saham unggulan akibat sentimen penguatan harga komoditas dan penurunan yang terjadi beberapa hari terakhir turut mendorong," kata dia.

Bahkan, dia mengakui, sentimen bakal diumumkannya laju inflasi Agustus pada Rabu, 1 September 2010 diprediksi naik dari bulan sebelumnya sepertinya tidak terlalu direspons negatif pelaku pasar. "Solanya, pengaruh aksi selektif beli saham lebih kuat," tutur Pardomuan.

Pardomuan merekomendasikan, selektif beli saham-saham di sektor komoditas, infrastruktur, dan konsumer di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Indofood Sukes Makmur Tbk (INDF), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ