Mendag: Ekspor Diprediksi Tumbuh 14%

"Kalau impor agak susah diprediksi, kemungkinan 12-14 persen."

Senin, 30 Agustus 2010, 20:47 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nur Farida Ahniar
Ilustrasi Peti Kemas Ekspor Impor Pelabuhan (eolaspecialtyfoods.com)

VIVAnews - Pertumbuhan ekspor Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 14 persen. Sementara itu, impor juga diprediksi meningkat 14 persen.

"Kalau impor agak susah diprediksi, kemungkinan 12-14 persen," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin 30 Agustus 2010.

Proyeksi ekspor itu melebihi target awal tahun sekitar 12 persen. Sedangkan untuk realisasi ekspor semester I-2010 sebesar 18 persen. Meski demikian, target ekspor tahun ini tidak diubah.

Pertumbuhan ekspor itu didorong oleh semua industri, di antaranya tekstil dan produk tekstil (TPT), elektronik, dan otomotif. Ekspor TPT naik 26 persen selama semester I-2010.

"Jadi, kalau kami nilai, semester pertama itu yang tertinggi selama lima tahun terakhir. Alas kaki juga termasuk yang tinggi," ujarnya.

Mari menjelaskan, peningkatan total ekspor juga dipengaruhi barang komoditas seperti karet yang tumbuh 90 persen.

Sementara itu, terkait impor, menurut dia, kenaikan itu disertai dengan peningkatan barang modal dan bahan baku. Angka yang tercatat adalah angka impor yang resmi, sehingga terlihat kenaikan, setelah sebelumnya banyak impor masuk secara tak resmi. "Kami akan lihat trennya. Harusnya pertumbuhan melandai,"

Nantinya, per 1 September 2010, untuk mengantisipasi persaingan yang adil, barang impor harus disertai label bahasa Indonesia. "Itu langkah-langkah yang akan kami lakukan," katanya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ