VIVAnews - Masuknya berbagai perusahaan India di Indonesia telah berdampak pada peningkatan nilai perdagangan antara India dengan Indonesia menjadi US$ 10 miliar atau naik 2,5 kali lipat dalam lima tahun terakhir. Bahkan, tiga tahun ke depan diperkirakan mencapai US$15 miliar.
"Beberapa waktu ini investasi India di Indonesia naik," ungkap Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu kepada wartawan di sela-sela inspeksi mendadak di Pasar Mandiri dan Farmers Market Kelapa Gading, Jakarta, Senin, 30 Agustus 2010.
Menurut Mari, investor India tertarik untuk berinvestasi di Indonesia di bidang batu bara, pembangkit listrik, otomotif dan enginering. Masuknya Reliance Power untuk berinvestasi di Indonesia merupakan hal yang positif bagi perdagangan Indonesia dengan India.
Mari bercerita saat ia pertama kali menjadi Menteri Perdagangan, nilai investasi antara Indonesia dengan India hanya sekitar US$3-4 miliar. Namun saat ini nilai investasi antara Indonesia dengan India mencapai US$10 miliar.
Pada 2009, total perdagangan Indonesia-India mencapai US$9,6 miliar. Itu terdiri atas ekspor US$7,4 miliar dan impor US$2,2 miliar sehingga ada surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar US$5,2 miliar.
Saat bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Industri India Anand Sharma beberapa waktu lalu, Mari mengaku telah membahas soal peningkatan nilai perdagangan kedua negara. Keduanya sepakat meningkatkan target perdagangan dua negara menjadi US$15 miliar dalam tiga tahun kedepan.
Selain itu, ungkap Mari, Joint Study Free Trade Agreement antara Indonesia dengan India telah sepakat dan saat ini kedua negara tersebut sedang memperlajari hasil dari joint study.
"Kami sedang mempelajari dan membuat langkah-langkah bagaimana mencapai nilai perdagangan US$15 miliar antara Indonesia dengan India," jelasnya.
Laporan: Iwan Kurniawan