VIVAnews - Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak bertahan hingga akhir perdagangan hari ini. Pada penutupan transaksi awal pekan ini, Senin 30 Agustus 2010, IHSG kembali terkoreksi.
Head of Research PT Recapital Securities Pardomuan Sihombing berpendapat, IHSG hari ini kembali terkoreksi setelah sebelumnya menguat signifikan. Kenaikan IHSG akibat kuatnya aksi ambil untung (profit taking) investor.
"Terutama, pada saham sejumlah saham blue chips (unggulan) yang telah menguat cukup signifikan beberapa waktu lalu," ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta.
Namun, dia mengakui, profit taking yang terjadi tersebut hanya bersifat sementara karena beberapa saham unggulan secara teknis juga sudah mengalami jenuh beli (overbought) dan masih menarik minat beli pemodal. "Buktinya, IHSG hanya turun tipis," kata Pardomuan.
Pemodal asing terlihat masih meramaikan transaksi di pasar reguler. Mereka memilih melakukan pembelian saham Rp669,44 miliar dan melepas sebesar Rp625,67 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp43,76 miliar.
Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG terkoreksi tipis 5,16 poin atau 0,17 persen ke level 3.099,56. Pergerakan itu bertolak belakang dari akhir sesi pertama yang menguat 11,56 poin (0,37 persen) di posisi 3.116,29.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp3,21 triliun dan volume tercatat 10,62 juta lot dengan frekuensi 94.226 kali. Sebanyak 94 saham menguat, 102 melemah, 91 stagnan, dan 192 saham tidak terjadi transaksi.
Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 139,87 atau 0,68 persen di posisi 20.737,22, Nikkei 225 terangkat 158,20 poin (1,76 persen) ke level 9.149,26, dan Straits Times naik 18,32 poin atau 0,62 persen menjadi 2.957,06.
Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang mengontribusi penurunan IHSG cukup besar di antaranya saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terkoreksi Rp150 atau 0,84 persen ke level Rp17.700, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah Rp150 (0,90 persen) menjadi Rp16.400, dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp125 atau 2,76 persen di posisi Rp4.400.
Berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.022 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 9.012 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.005 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat 27 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 8.990 per dolar AS. (art)