Bursa Indonesia Masih Rawan Tekanan

Indeks di BEI awal pekan ini berpotensi bergerak menuju kisaran level 3.044 dan 3.075.

Senin, 30 Agustus 2010, 06:55 WIB
Antique
Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal mengalami pelemahan pada transaksi hari ini, Senin 30 Agustus 2010.

"Sentimen negatif eksternal sepertinya akan mendorong terjadinya tekanan jual investor," kata Gina Novrina Nasution, analis PT Reliance Securities Tbk kepada VIVAnews di Jakarta.

Dia memproyeksikan, IHSG awal pekan ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 3.044 dan batas atas (resistance) 3.075.

Pada transaksi Jumat 27 Agustus 2010, indeks kembali melemah setelah terkoreksi 40,40 poin atau 1,29 persen ke level 3.104,73 dari perdagangan Kamis 26 Agustus 2010, yang berhasil menembus rekor baru karena menguat di posisi 3.145,13 atau naik 6,22 poin (0,19 persen).

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng melemah 14,71 atau 0,07 persen di posisi 20.597,35, tetapi Nikkei 225 terangkat 84,58 poin (0,95 persen) ke level 8.991,06,  dan Straits Times naik 12,87 poin atau 0,44 persen menjadi 2.938,74.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB kembali bergerak positif.

Indeks harga saham Dow Jones terangkat 164,84 poin (1,65 persen) menjadi 10.150,65, Standard & Poor's 500 menguat 17,37 poin atau 1,66 persen ke level 1.064,59, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq naik 34,94 poin (1,65 persen) di posisi 2.153,63.

Gina berpendapat, setelah pelemahan cukup dalam akhir pekan lalu, IHSG diperkirakan cenderung terkoreksi walau terbatas. Sentimen negatif revisi besaran pertumbuhan di Amerika yang diumumkan Jumat lalu dengan revisi yang menurun merupakan sentimen negatif.

Selain itu, dia menambahkan, meski tingkat pengangguran di Jepang Juli turun menjadi 5,2 persen dari 5,3 persen tapi masih terjadinya deflasi yang dianggap buruk bagi ekonomi di sana turut memberikan sentimen negatif ke bursa regional.

Gina melanjutkan, sentimen dirilisnya laporan inflasi Agustus oleh BPS pada awal bulan depan yang diprediksi naik bisa menambah sentimen negatif ke lantai bursa kita hari ini. "Soalnya, akan berpengaruh pada besaran suku bunga acuan BI rate," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ