VIVAnews - Rekor tertinggi indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ternyata terpatahkan pada penutupan transaksi akhir pekan ini, Jumat 27 Agustus 2010. Sejumlah saham unggulan kembali mengalami tekanan jual.
Pengamat pasar modal Muhammad Habdi berpendapat, aksi ambil untung (profit taking) banyak dilakukan investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) seperti grup Astra, sektor perbankan, dan pertambangan.
"Terlihat, asing melakukan net selling hampir Rp300 miliar," ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta.
Indeks bursa regional, Habdi melanjutkan, rata-rata bergerak turun, meski masih di kisaran tipis. Kondisi tersebut turut mendorong terjadinya tekanan jual pada IHSG akhir pekan ini.
Pemodal asing meramaikan transaksi di pasar reguler. Namun, mereka memilih melakukan pembelian saham hanya Rp702,90 miliar dan melepas sebesar Rp996,75 miliar, sehingga terjadi penjualan bersih (net selling) Rp293,85 miliar.
Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG terkoreksi 40,40 poin atau 1,29 persen ke level 3.104,73. Pergerakan itu melanjutkan pelemahan pada akhir sesi pertama yang turun 12,49 poin (0,40 persen) di posisi 3.132,64.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp4,27 triliun dan volume tercatat 12,19 juta lot dengan frekuensi 106.910 kali. Sebanyak 55 saham menguat, 158 melemah, 71 stagnan, dan 195 saham tidak terjadi transaksi.
Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng melemah 14,71 atau 0,07 persen di posisi 20.597,35, tetapi Nikkei 225 terangkat 84,58 poin (0,95 persen) ke level 8.991,06, dan Straits Times naik 12,87 poin atau 0,44 persen menjadi 2.938,74.
Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang mengontribusi penurunan IHSG cukup besar di antaranya saham PT Astra International Tbk (ASII) yang terkoreksi Rp900 atau 1,85 persen ke level Rp47.500, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melemah Rp350 (1,72 persen) menjadi Rp19.950, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp250 atau 1,32 persen di posisi Rp18.550.
Berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.016 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 8.989 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 8.990 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis 26 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 8.984 per dolar AS. (art)