VIVAnews - Saham-saham sektor pertambangan direkomendasikan untuk diakumulasi beli pada transaksi akhir pekan ini, Jumat 27 Agustus 2010. Harga minyak mentah dunia yang meningkat lagi disinyalir menjadi pemicu pergerakan positif indeks.
"Biasanya, ketika harga minyak di pasar global naik, komoditas akan terdongkrak," kata Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews.
Robin mengakui, saham-saham tersebut antara lain yang bergerak di bisnis nikel, timah, dan baja seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
Sedangkan Pardomuan Sihombing, head of research PT Recapital Securities berpendapat, di akhir pekan ini sebaiknya pemodal memilih selektif beli saham-saham unggulan. "Terutama, yang secara fundamental dan teknis berpotensi melanjutkan penguatan harga," ujarnya.
Saham-saham itu, menurut dia, di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Sementara itu, tim riset PT Phillips Securities Indonesia mengatakan investor lokal diperkirakan mencari peluang trading pada saham-saham yang tertinggal kinerjanya, seperti grup Bakrie, serta saham lapis kedua (second-liner) yang masih murah valuasinya seperti PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Sekuritas tersebut menambahkan, saham yang dianggap defensif adalah PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Mayora Indonesia Tbk (MYOR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Sedangkan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) kemungkinan akan mendapatkan sentimen positif dari rencana IPO anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur. (art)