VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya terkoreksi pada transaksi hari ini, Jumat 27 Agustus 2010, setelah kemarin berhasil menembus level tertinggi baru.
Menurut tim riset PT Reliance Securities Tbk, pagi ini indeks regional seperti Nikkei 225 dan Straits Times dibuka turun tipis terimbas pergerakan indeks di Wall Street semalam. Hal itu mendorong IHSG mengawali transaksinya dengan penurunan.
Selain itu, sekuritas tersebut menambahkan, IHSG pada hari ini rawan tekanan jual investor, karena nanti malam akan dirilis laporan GDP Amerika dengan estimasi menurun.
Reliance memproyeksikan, IHSG akhir pekan ini bergerak pada level batas bawah (support) 3.120 dan batas atas (resistance) 3.162.
Pada pembukaan perdagangan Jumat, IHSG terkoreksi 5,98 poin (0,19 persen) ke level 3.139,16. Pelemahan itu melanjutkan pergerakan serupa pada prapembukaan (pre-opening) yang sempat turun 3,59 poin atau 0,12 persen di posisi 3.141,53.
Pada transaksi kemarin, Kamis 26 Agustus 2010, IHSG ditutup positif setelah naik 6,22 poin (0,19 persen) ke level 3.145,13.
Indeks bursa Asia pada saat IHSG dibuka sebagian besar juga bergerak negatif. Shanghai Composite terkoreksi 6,37 poin (0,24 persen) ke level 2.597,11, Hang Seng melemah 52,88 poin atau 0,26 persen di posisi 20.559,18, dan Nikkei 225 turun 77,38 poin (0,87) menjadi 8.829.10.
Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Kamis sore waktu New York atau Jumat dini hari WIB kembali bergerak negatif.
Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 74,25 poin (0,74 persen) menjadi 9.985,81, Standard & Poor's 500 melemah 8,11 poin atau 0,77 persen ke level 1.047,22, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 22,85 poin (1,07 persen) di posisi 2.118,69.