Pemerintah Tak Berani Ubah Lifting Minyak

Asumsi lifting tetap 970 ribu per barel karena berhubungan dengan penerimaan negara.

Kamis, 26 Agustus 2010, 14:13 WIB
Arinto Tri Wibowo, Agus Dwi Darmawan
foto ilustrasi minyak dunia  

VIVAnews - Pemerintah masih belum berani mengubah asumsi lifting minyak yang diperkirakan mencapai 970 ribu barel per hari pada 2011.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa beralasan, asumsi lifting tetap 970 ribu per barel karena berhubungan dengan penerimaan negara.
 
"(Kalau diubah) itu kan berimplikasi pada semua penerimaan. Nanti kalau tiba-tiba penerimaan tidak sesuai, padahal semua spending (belanja) sudah di-setting, nanti bagaimana," ujar Hatta di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 26 Agustus 2010.
 
Hatta berpendapat, pemerintah tidak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan perubahan asumsi lifting minyak itu.

Menurut dia, dari hasil rapat di kantor Wakil Presiden siang ini, pemerintah berkomitmen untuk menghilangkan hambatan-hambatan yang ada untuk memaksimalkan target lifting. "Untuk meningkatkan lifting itu, seperti di Blok Cepu, bagaimana menghilangkan hambatan dan dalam satu bulan harus selesai," ujar Hatta.
 
Hambatan yang ada itu misalnya bagaimana persoalan pipa dan water basin. "Jadi apakah akan menggunakan air laut atau Bengawan Solo. Itu semua dalam satu bulan harus selesai," tuturnya.
 
Disinggung mengenai permintaan Fraksi PDI Perjuangan dalam penyampaian pandangan atas nota keuangan serta Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2011 yang meminta lifting menjadi satu juta barel per hari, Hatta menjawab mungkin saja terjadi.
 
"Tapi, itu kalau kerja keras, harusnya bisa," ujar dia. Namun, pada saat ini, syaratnya adalah hambatan-hambatan yang ada harus dihilangkan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ