VIVAnews - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menargetkan pertumbuhan volume penjualan sebesar 7-8 persen hingga akhir tahun ini. Angka ini jauh di bawah pertumbuhan permintaan semen nasional yang hingga Juli mencapai 10,7 persen.
"Pertumbuhan kita jaga pada level 7-8 persen, karena kita melihat tren sampai akhir tahun akan menurun," kata Direktur Keuangan Indocement Christian Kartawijaya di kantornya, Jakarta, 24 Agustus 2010.
Ia memperkirakan permintaan semen domestik pada 2010 mencapai 41,5 juta ton, naik dari tahun lalu yang hanya 38,4 juta ton. Indocement sendiri memiliki pangsa pasar sebesar 31,3 persen per Juli 2010. "Sampai akhir tahun kita akan mempertahankan pada posisi itu," ujar Christian.
Perseroan berencana memulai pembangunan dua penggilingan semen pada akhir bulan ini. Dana yang disiapkan sebesar US$70 juta. Dana tersebut diambil dari alokasi belanja modal perseroan.
Pembangunan dua semen ini akan menambah kapasitas produksi hingga 2 juta ton. Dengan demikian, kapasitas produksi semen perseroan menjadi 20,6 juta ton pada 2011. Saat ini kapasitas produksi Indocement mencapai 18,6 juta ton dengan utilisasi sebesar 75 persen.
Sepanjang paruh pertama 2010, perseroan mencatat laba bersih hingga Rp1,64 triliun atau naik 39,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. peningkatan laba bersih perseroan didorong kenaikan volume penjualan domestik hingga 17,1 persen menjadi 6,3 juta ton. Pasar domestik tumbuh 11,5 persen, sehingga meningkatkan pangsa pasar perseroan menjadi 31,2 persen. (umi)