VIVAnews - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyiapkan dana sebesar Rp300 miliar untuk mensukseskan program percepatan infrastruktur di Indonesia. Dana sebesar ini hanya khusus dialokasikan pada 2010.
Kepala PIP Soritaon Siregar mengatakan dana Rp300 miliar bisa digunakan untuk mengerjakan semua skema proyek. "Rp300 miliar itu bisa dipakai untuk pembebasan lahan, proses konstruksi, join venture, dan persiapan proyek," kata Soritaon di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 19 Agustus 2010.
Yang jelas, dia melanjutkan bahwa dana sebesar ini hanya dialokasikan pada 2010 dan harus bisa kembali lagi begitu proyek selesai. Sebagai contoh, bila dipakai untuk pembebasan lahan, maka dana itu harus bisa digunakan kembali untuk membeli lahan. "Karena ini hanya dana bergulir," kata dia.
Komitmen itu sama seperti apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, Rabu kemarin. "Pusat Investasi Pemerintah siap memberikan dana talangan bagi PPP (kerja sama pemerintah dan publik) yang perlu pembebasan lahan. Kalau swasta tidak bisa, pemerintah akan membebaskan," kata Menteri Keuangan Agus Martodojo.
Soritaon mengatakan dana itu dipakai antara lain untuk membiayai 5-6 proyek dalam PPP book yang disiapkan pemerintah. Lima proyek dalam PPP book yang sudah siap itu Kereta Api Bandara Soekarno Hatta-Manggarai, PLTB di Jawa Tengah, Kereta Api pengangkut batu bara di Kalimantan Tengah, proyek Pelabuhan Tanah Ampo di Bali, dan proyek pengelolaan sampah di Bandung, serta proyek PLTA Umbulan.
Pembebasan lahan sengaja dilakukan oleh pemerintah, karena selama ini pemerintah pusat menilai kegagalan proyek yang ditawarkan pemerintah terkendala pembebasan tanah.
Hal itu terjadi karena tanah sulit dibebaskan untuk proyek akibat adanya permainan pihak ketiga, masalah budaya di masyarakat, tanah dikenal sebagai tanah adat dan sebagainya. "Untuk itu pemerintah berusaha menjamin dengan upaya pembebasan tanah terlebih dahulu melalui pemberian stimulan ini," katanya. (hs)