VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) PT Krakatau Steel (KS) jauh lebih lancar dibandingkan dengan PT Garuda Indonesia.
"Untuk KS tidak ada kesulitan, Garuda kami berharap segera bisa menyusul," kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar dalam Konferensi Pers Nondeal Roadshow II di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 3 Agustus 2010.
Menurut Mustafa, persiapan IPO Garuda memang diakui lebih lambat jika dibandingkan persiapan dari KS.
Bahkan, Garuda sampai saat ini belum mengajukan nama-nama calon perusahaan penjamin emisi (underwriter), kantor akuntan publik, maupun persyaratan-persyaratan lain yang diperlukan untuk pelaksanaan IPO.
Kendati begitu, Kementerian BUMN masih mengharapkan IPO Garuda masih bisa dilaksanakan pada tahun ini. "Kalau tidak bisa kuartal III, bisa saja kuartal IV, pokoknya tahun ini," ujar Mustafa.
Mustafa menambahkan, rencana pengembangan bisnis KS saat ini dilakukan melalui dua strategi. Selain IPO, KS juga telah berencana menjalin kerja sama pembangunan pabrik patungan dengan perusahaan baja terbesar di dunia, Posco.