VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengokohkan penguatannya di atas level psikologis 3.000 hingga berakhirnya transaksi hari ini, Rabu 28 Juli 2010.
Robin Setiawan, analis sebuah sekuritas di Jakarta berpendapat, aksi investor asing yang masih meramaikan lantai bursa dengan pembelian saham masih menjadi penopang terus bergairahnya IHSG hingga mendekati level 3.100 pada transaksi hari ini.
"Terlihat, asing banyak masuk dalam saham-saham katagori second liner (lapis dua) dan third liner (lapis tiga)," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.
Hal itu, kata Robin, ikut mendorong pelaku pasar domestik turut mengambil peluang keuntungan pada seham-saham tertentu, khususnya di sektor konsumer.
Selain itu, ia mengakui, outlook ekonomi Indonesia yang cenderung kuat dibanding negara lain, sehingga asing memasukkan Indonesia sebagai lahan investasi, baik di obliglasi maupun saham turut menopang laju IHSG. "Terlihat, rupiah terus menguat sehingga ikut mendorong penguatan indeks," ujarnya.
Namun terlihat, pemodal asing di pasar reguler membeli saham sebesar Rp727,03 miliar dan memilih menjual Rp787,90 miliar, sehingga terjadi penjualan bersih (net selling) Rp60,87 miliar.
Pada penutupan transaksi sesi kedua Kamis, IHSG naik 39,34 poin atau 1,28 persen ke level 3.096,82. Penguatan itu melanjutkan kenaikan IHSG pada akhir sesi pertama yang menguat tipis 9,94 poin (0,32 persen) di posisi 3.067,41.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp6,76 triliun dan volume tercatat 13,43 juta lot dengan frekuensi 128.361 kali. Sebanyak 152 saham menguat, 81 melemah, 66 stagnan, serta 182 saham tidak terjadi transaksi.
Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup sebagian besar juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 2,64 atau 0,01 persen di posisi 21.093,82, Shanghai Composite terangkat 14,45 poin (0,55 persen) ke level 2.648,12, dan Straits Times naik 12,27 poin (0,41 persen) menjadi 2.997,65.
Di Bursa Efek Indonesia, saham lapis dua dan tiga yang mengontibusi kenaikan IHSG cukup besar di antaranya PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) terangkat Rp1,000 atau 1,09 persen ke level Rp92.000, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menguat Rp700 (4,56 persen) menjadi Rp16.050, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp650 (8,38 persen) di posisi Rp8.400.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.001 per dolar AS dari transaksi siang yang berada di level 9.002 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.002 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu 28 Juli 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.023 per dolar AS. (hs)