Bisnis

Pendapatan Aneka Tambang Turun Tipis

Penjualan segmen nikel yang mencakup feronikel dan bijih nikel meningkat 81 persen.

Kamis, 29 Juli 2010, 16:28 WIB
Antique, Purborini
Lokasi penambangan emas PT Aneka Tambang (Antam), Pongkor, Bogor (Antara/ Jafkhairi)

VIVAnews - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat penurunan pendapatan sebesar dua persen sepanjang semester I-2010 menjadi Rp4,31 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp4,39 triliun.

Sekretaris Perusahaan Antam, Bimo Budi Satriyo, menuturkan, nilai penjualan segmen nikel yang mencakup komoditas feronikel dan bijih nikel naik tajam 81 persen menjadi Rp2,9 triliun karena kenaikan volume penjualan dan harga jual nikel.

"Segmen nikel menjadi kontributor terbesar pendapatan Antam pada semester pertama tahun ini yakni 68 persen," kata dia dalam penjelasan tertulis perseroan yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.

Sepanjang semester I-2010, volume produksi feronikel sebanyak 9.252 TNi setara dengan 50 persen dari target produksi tahun ini. Seiring dengan tibanya pengapalan feronikel yang dikirim pada kuartal I-2010 di konsumen, volume penjualan feronikel pada kuartal II-2010 naik 37 persen dibandingkan kuartal yang sama 2009 menjadi 8.080 TNi.

Sementara itu, volume penjualan feronikel naik 38 persen menjadi 9.743 TNi dibandingkan periode yang sama 2009. Dengan kenaikan harga feronikel sebesar 70 persen menjadi US$9,38 per lb, pendapatan feronikel pada paruh pertama 2010 naik 98 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp1,8 triliun.

Produksi bijih nikel pada kuartal II-2010 tercatat sebesar 1.832.693 wmt atau naik tiga persen dibandingkan kuartal II-2009.

Sedangkan volume produksi bijih nikel pada semester pertama naik 20 persen dibandingkan semester I-2009 menjadi 3.393.336 wmt. Produksi total bijih nikel tercatat 55 persen dari target 2010.

Selanjutnya, volume penjualan bijih nikel naik 16 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya menjadi 2.721.497 wmt. Volume penjualan bijih nikel pada paruh pertama tahun ini terdiri atas 1.832.256 wmt bijih nikel kadar tinggi yang semuanya berasal dari tambang Buli dan 889.241 wmt bijih nikel kadar rendah.

Selain itu, pendapatan dari bijih nikel semakin meningkat seiring dengan kenaikan harga jual, sehingga pendapatan dari komoditas ini pada paruh pertama tahun ini naik sebesar 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp1,1 triliun. (art)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial