VIVAnews - Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta diprediksi bergerak menguat di bawah level 9.000 per dolar Amerika Serikat pada transaksi menjelang akhir pekan ini, Kamis 29 Juli 2010.
Tony Maryano, research valas PT Harvest International Futures berpendapat, rupiah berpotensi bermain di bawah level 9.000 per dolar AS karena diikuti sejumlah sentimen positif seperti derasnya dana asing yang masuk (capital inflow), kondisi ekonomi dan politik domestik yang stabil.
"Meredanya krisis ekonomi di Eropa juga menjadi pemicu," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis.
Tony menambahkan, pelemahan mata uang dolar AS terhadap sebagian besar mata uang regional Asia turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan rupiah. "Sepertinya, sampai penutupan nanti rupiah akan bergerak di kisaran 8.975-8.985 per dolar AS," ujarnya.
Berdasarkan data transaksi di Bloomberg hari ini pukul 08.35 WIB, mata uang nasional itu bergerak di posisi 9.011 per dolar AS. Sedangkan pada penutupan Rabu 28 Juli 2010, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu berakhir pada kisaran 9.015-9.020 per dolar AS.
"Pagi tadi, rupiah dibuka menguat di posisi 9.010 per dolar AS," kata Tony.
Sementara itu, menurut data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia kemarin, rupiah bertengger di level 9.023 per dolar AS dari perdagangan sehari sebelumnya yang berakhir di posisi 9.014 per dolar AS.