Bisnis

Kaltim, Lebih Makmur dari Jakarta?

Kaltim mendapatkan jatah bagi hasil tertinggi, yakni Rp15 triliun atau 20 persennya.

Kamis, 29 Juli 2010, 05:55 WIB
Heri Susanto
kilang minyak (www.dpi.vic.gov.au)

VIVAnews - Pemerintahan di propinsi Kalimantan Timur menjadi propinsi yang paling makmur di Indonesia. Propinsi ini mendapatkan bagian terbesar dibandingkan seluruh propinsi lainnya dalam bentuk dana bagi hasil pajak, sumber daya alam, serta cukai.

Berdasarkan Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009 yang dipublikasikan baru-baru ini, Kaltim menjadi juara sebagai penerima dana bagi hasil terbesar.

Dari total dana bagi hasil sebesar Rp76 triliun yang dibagikan kepada 33 propinsi di Indonesia, Kaltim mendapatkan jatah tertinggi, yakni Rp15 triliun atau 20 persennya. Itu jauh lebih dibandingkan propinsi makmur lainnya, seperti Riau Rp9,8 triliun, Jakarta Rp8,8 triliun atau Sumatera Selatan Rp4,6 triliun.

Jatah yang diperoleh Kaltim tersebut berasal dari dana bagi hasil sumber daya alam Rp12,55 triliun dan dana bagi hasil penerimaan pajak Rp2,5 triliun.

Kaltim bersama 14 kabupaten/kota di propinsi ini mendapatkan berkah bagi hasil tertinggi karena wilayah ini memiliki kekayaan sumber alam yang luar biasa. Itu berupa minyak dan gas, pertambangan umum seperti batu bara dan mineral lainnya, serta hasil hutan dan perikanan.

Bahkan, salah satu kabupaten di Kaltim, yakni Kutai Kartanegara menjadi kabupaten paling tajir di seluruh Indonesia. Bayangkan, wilayah ini menjadi kabupaten yang mendapatkan bagi hasil terbesar dibandingkan ratusan kabupaten lain di Tanah Air. 

Kutai Kartanegara menerima dana bagi hasil Rp2,5 triliun yang berasal dari bagian minyak bumi Rp588 miliar, gas bumi Rp1,64 triliun, tambang umum Rp330 miliar, hasil hutan Rp8 miliar dan perikanan Rp143 miliar.

Belasan kabupaten lainnya di Kaltim juga memperoleh bagi hasil di atas rata-rata kabupaten umumnya. Sebagian besar dari pemda kabupaten tersebut memperoleh di atas Rp400 miliar per tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, prosentase penduduk Kaltim yang berada di bawah garis kemiskinan terbilang sedikit yakni 7,7 persen atau 239 ribuan jiwa. Total jumlah penduduk Kaltim sekitar 3,2 juta jiwa.

Namun, kabar dari Kaltim tak selalu sedap. Meski memiliki kekayaan sumber alam melimpah, propinsi ini justru dikenal tinggi korupsinya. Selain mendapatkan laporan banyak kasus korupsi, Komisi Pemberantas Korupsi juga memenjarakan sejumlah mantan pejabat Kaltim yang menjadi tersangka kasus korupsi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Nurat
04/11/2010
Penduduk asli Kaltim adalah Dayak, mayoritas kini mash hidup dibawah garis kemiskinan. Jika ketidakadilan ini dibiarkan, Tunggulah kehancuranmu Kaltim!
Balas   • Laporkan
daruma
04/10/2010
Negeri yang dirahmati Alloh SWT berupa kekayaan yang melimpah tapi tidak digunakan dengan baik maka tunggulah kehancurannya. Hayo... kita mikir bekal untuk keakhirat saja, nggak usah mikir demokrasi atau dunia, itu hanya tipuan belaka...
Balas   • Laporkan
hipuy
04/10/2010
kaya tapi infrastruktur amburadul, jalan kearah rumah saya tetap jelek sampai sekarang ( kampung jawa)padahal saya meninggal kaltim tahun 1987, lokasinya hanya 300 meter dari lamin etam
Balas   • Laporkan
afid
04/10/2010
kaltim termakmur? tp tdk sesuai dgn infrastruktur jalan, listrik, jln tol SMD-BPP aja baru mulai (sdh tertinggal puluhan tahun dibanding jawa),itupun msh penyesuaian anggaran & segala macam alasan alias progress tersendat2.
Balas   • Laporkan
uqet marzuk
23/09/2010
pad besar potensi korupsi juga besar biaya pilkada yg besar buat para calon kepala daerah membuat mereka berlomba-lomba mengeruk uang rakyat dgn berbagai cara supaya cepat balik modal dan cari keuntungan sebanyak2nya memaksimalkan jabatan selama lima thn.
Balas   • Laporkan
narko
20/08/2010
Alangkah sejahteranya masyarakat kukar bila dana sebesar itu bener2 diperuntukkan rakyat,ya..sesekali dicoba 1 th anggaran pra pjbt & dpr puasa utk tdk ngrecoki anggaran.PNPM yg kecil aja bisa baik hslnya,apalagi APD kukar, wao...senangnya aku
Balas   • Laporkan
Gie
29/07/2010
@Lfian: lha...itu kan bukan hanya dr SDA doank gan...Di jkt, pasti dr hasil pajak lainnya ditambah cukai pasti melejit...
Balas   • Laporkan
agoes
29/07/2010
pasti yg di korupsi lebih besar dari PAD (pendaptan asli daerah) itu sendiri.. waspada!! hindari bahaya laten korupsi....
Balas   • Laporkan
Maul
29/07/2010
weis, hebat kaltim... hebat baiknya, hebat pula buruknya.. hehe
Balas   • Laporkan
LFIAN
29/07/2010
KOK JAKARTA DAPET YAK, PADAHAL GK PUNYA SUMBER DAYA ALAM.... (MASIH ADA PARADIGMA SMUA UNTUK JAWA KALI YAK)
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial