VIVAnews - Pemerintah memberikan tiga syarat untuk kementerian/lembaga (KL) yang berhak memperoleh remunerasi yang berujung pada peningkatan pendapatan atau take home pay bagi pegawai negeri sipil. Tiga syarat itu berujung pada peningkatan kinerja PNS.
"Perlu dicermati bahwa pemberian remunerasi ini penting untuk menyukseskan reformasi birokrasi sendiri dan harus dilaksanakan setelah persyaratan lainnya dapat dilakukannya," ujar Sekjen Kementerian Keuangan, Mulia P Nasution dalam Konferensi Pers Rakernas Akuntansi Laporan Keuangan Pemerintah, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 27 Juli 2010.
Mulia menjelaskan penilaian pemenuhan persyaratan penerima remunerasi K/L akan dilakukan untuk anggaran remunerasi tahun 2010 dan 2011 pada 11 Kementerian dan Lembaga.
Menurut Mulia, ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi agar K/L dapat memperoleh anggaran remunerasi. Pertama, K/L harus benar-benar melakukan penataan kembali organisasi lembaganya. Dua syarat lainnya adalah terlaksananya penataan tata kerja dan penataan kembali manajemen dan Sumber Daya Manusia.
Kemkeu berharap dengan terpenuhi ketiga persyaratan tersebut, anggaran remunerasi berupa tambahan tunjangan pegawai bisa diberikan sesuai dengan sasaran.
"Jangan sampai remunerasi diberikan, kemudian ada penumpang-penumpang gratis (freerider) karena belum ada penghitungan kinerja," kata Mulia.
Untuk penilaian pelaksanaan ketiga persyaratan itu, Kemenkeu telah bekerjasama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN).
Saat ini, ungkap Mulia, proses penilaian sudah berlangsung dan hampir 60-70 persen selesai dilaksanakan.
Pemerintah masih memandang anggaran remunerasi untuk tahun 2010 dan 2011 sangat terkait dengan komitmen pemerintah dalam melaksanakan reformasi birokrasi dan kesuksesan program tersebut.
Senada dengan hal itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menambahkan program remunerasi memang akan direncanakan unttk 11 KL. Namun program tersebut erat kaitannya dengan progres dan langkah-langkah yang harus dicapai K/L agar bisa menikmati remunerasi.
"Perlu ada rekomendasi dari Kementerian PAN soal langkah yang dilaksanakan dalam upaya reformasi birokrasi," kata dia. (hs)
supaya adil semua kementrian harus remunerasi, misalnya seorang dosen di PTN yang mendidik dan membentuk calon para pemimpin bangsa begitu berat tanggungjawabnya tolong diperhatikan (Kementrian Agama)
kl mau remunerasi semua K/L aja. Kemenkeu kan yg pegang duit, jadi dia yg duluan. PNS yg lain jg pengen dpt gaji yg layak, diremunerasi jg gak papa biar kinerjanya meningkat. Masa sama2 PNS gajinya beda-beda. Kemenkeu jgn menganggap diri paling produktif.
setiap ada pembukaan lowongan cpns akan ada yang masukin lamaran 500 (bahkan lebih) kali lipat dari jumlah formasi yang dibutuhkan. bahkan ada yang bernai "bayar" 50 juta lebih agar diterima jd pns.ini bukti bahwa pns adalah kerjaan mudah dengan gaji lmy
PEMERINTAH JNG TERUS MEMPERLAKUKAN GENERASI MUDA SPT BAYI..BERI MEREKA ILMU AGAR LEBIH KREATIF,BISA MEMBUKA LAP KERJA..SUBHANALLAH PASTI NEGARA INI AKAN MAJU KRN INDONESIA TDK PERLU ORG CERDAS TP PERLU GENERASI ULET AGAR BISA MERINGANKAN BEBAN NEGARA INI
Emang Depkeu udah pada bagus kinerjanya ??? liat tuh Gayus, baru gol 3A aja udah kurang ajar, kurang gede apa gajinya dia. Kalo ngomong coba ngaca dulu deh...
Dari jaman Orde Lama sampai sekarang kok yang dipikirin kinerja saja, Menteri senengnya kok pake Ilmu MemBEO.. Biar keliatan Pinter apa ya? Pikirin berapa cukupnya pegawai negri HIDUP LAYAK !!!!!!!!!!!! Bisa makan tanpa hutang, bisa bayar kredit rumah, ba
hai guru... kalau emang guru...bisa nggak ngitung berapa banyak guru di Indonesia dibandingkan peg kemenkeu atau polisi... bisa nggak ngitung jam kerja mu gak wong anak sekolah aja banyak pulang cepat dan banyak liburnya coba itung jam kerja polisi atau p
saya seorang guru....kurang apa kami berkinerja??? dibandingkan peg kemkeu apakah kinerja guru kurang? mbok ya kalau mau menjelaskan ke publik agak lebih cerdas dong komentarnya...malu ama gaji yang udah tinggi di kemkeu