Aksi Jual Saham Unggulan, IHSG Terpental

Rupiah yang menguat semestinya dapat memicu IHSG terimbas sentimen positif.

Senin, 26 Juli 2010, 16:42 WIB
Arinto Tri Wibowo
Pialang sedih setelah BEI menghentikan perdagangan (AP Photo/Achmad Ibrahim)

VIVAnews - Arah indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada transaksi hari ini, Senin 26 Juli 2010, akhirnya membalikkan prediksi sejumlah analis. IHSG memilih untuk bersandar di area negatif setelah sempat menguat pada awal transaksi.

IHSG terkoreksi 18,32 poin (0,6 persen) ke level 3.023,69. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 3.062,95, sedangkan posisi terendah 3.014,55.

Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp3,47 triliun dengan volume mencapai 10,15 juta lot dengan frekuensi 114.742 kali. Sebanyak 65 saham menguat, 152 melemah, 65 stagnan, dan 198 saham tidak terjadi transaksi.

Di bursa Asia, pergerakan indeks bervariasi dengan Hang Seng menguat 24,58 poin (0,12 persen) menjadi 20.839,91, Nikkei 225 terangkat 72,7 (0,77 persen) ke posisi 9.503,66, dan Straits Times ke level 2.966,99 atau melemah 6,48 poin (0,22 persen).

Saham-saham yang mengontribusi pelemahan IHSG di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang terkoreksi Rp600 (2,82 persen) menjadi Rp20.650, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) turun Rp300 (3,27 persen) menjadi Rp8.850, dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) melemah Rp150 (1,63 persen) ke level Rp9.050.

Sementara itu, saham unggulan yang juga terpuruk adalah PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp300 (0,59 persen) ke posisi Rp49.800, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp200 (1 persen) menjadi Rp19.700, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melemah Rp100 (1,22 persen) ke posisi Rp8.050.

Analis PT BNI Securities, Asti Pohan, dalam ulasannya mengatakan, mata uang rupiah yang menguat menunjukkan adanya dana asing yang masuk ke dalam negeri.

Kondisi itu, dia melanjutkan, semestinya memicu indeks bursa saham di dalam negeri dapat bergerak menguat terpengaruh dengan sentimen positif dari luar. "Namun, hari ini indeks mengalami koreksi akibat profit taking," ujar dia di Jakarta.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini berada di level 9.030 per dolar AS. Sedangkan menurut data kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah berada di posisi 9.040 per dolar AS, atau menguat dibanding transaksi Jumat 23 Juli 2010 di level 9.055 per dolar AS. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ