VIVAnews - Pertumbuhan total aset Bank Mandiri telah mencapai Rp402,1 triliun. Peningkatan aset itu didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar 20% pada triwulan kedua 2010 menjadi Rp218 triliun dari Rp181,6 triliun pada periode yang sama tahun 2009, dengan kualitas yang terjaga, rasio NPL netto 0,6%.
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan manajemen baru Bank Mandiri berkomitmen akan tetap melanjutkan keberhasilan proses transformasi, baik dari aspek bisnis maupun budaya perusahaan.
Tujuannya, untuk menjadikan Bank Mandiri sebagai institusi keuangan yang paling dikagumi dan selalu progresif dengan target menjadi top 5 banks di ASEAN tahun 2014 dan Top 3 banks di tahun 2020 dalam aspek nilai kapitalisasi pasar.
“Kami berkomitmen untuk terus tumbuh agar dapat berperan optimal dalam meningkatkan perekonomian nasional. Pencapaian yang kami peroleh saat ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena kredit yang disalurkan masih terus meningkat dan semakin memperkuat Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai lembaga intermediasi secara aktif,” ujar Zulkifli Zaini.
Pertumbuhan kredit diluar yang dikelola unit pengelola asset khusus tumbuh 21,6%, kredit disalurkan terutama untuk tujuan produktif, dimana kredit investasi tumbuh mencapai 28,3% sementara kredit modal kerja tumbuh 17,3% dibanding triwulan II tahun 2009.
Pertumbuhan kredit terlihat di setiap segmen, dimana pertumbuhan tertinggi antara lain tercatat di segmen mikro yang mencapai 24,7% dari Rp4,8 triliun di triwulan kedua 2009 menjadi Rp6 triliun pada triwulan kedua 2010. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah rekening menjadi 496.825 rekening.
Sementara itu, kredit ke segmen usaha small business mengalami pertumbuhan dari Rp15,5 triliun di triwulan kedua 2009 menjadi Rp19,3 triliun pada Juni 2010.
Untuk mendorong sektor riil khususnya segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Bank Mandiri memberikan kemudahan bagi pembiayaan UMKM dengan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu Bank Mandiri juqa telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,67 triliun kepada 37.180 debitur.
Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri sebagai bank terbesar di tanah air juga semakin tinggi, yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga menjadi Rp326,6 triliun pada Juni 2010 dari Rp287,1 triliun di bulan Juni 2009. Total dana murah yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri sampai dengan triwulan kedua tahun 2010 mencapai Rp187,1 triliun atau tumbuh Rp24,4 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, elektronik channel, maupun jaringan layanan lainnya. Sampai Juni 2010 Bank Mandiri sudah menambah 149 unit kantor cabang sehingga menjadi 1.180 unit, penambahan 1.012 unit ATM sehingga menjadi 5.224 unit, menambah Electronic Data Capture (EDC) sebanyak 6.271 unit menjadi 35.961 unit, dan 149 unit Micro Business Unit (MBU) sehingga menjadi 871 unit.
Bank Mandiri pun terus berupaya untuk memberikan produk atau jasa yang inovatif dalam bertransaksi, diantaranya layanan kartu prabayar e-toll Card, yang sampai dengan akhir bulan Juni telah dapat mencatat satu juta transaksi per bulan.
Meskipun Bank Mandiri terus menjalankan berbagai pengembangan, termasuk cabang, pengendalian biaya masih mengalami perbaikan yang ditunjukkan dengan penurunan Cost Efficiency Ratio menjadi 38,7% pada triwulan kedua 2010 dari sebelumnya 38,9% di periode yang sama tahun lalu. Fee based income tumbuh sebesar 40,7% dari Rp2,6 triliun di triwulan kedua 2009 menjadi Rp 3,7 triliun pada Juni 2010.
Pertumbuhan penyaluran kredit, peningkatan dana murah, pertumbuhan fee based income sebesar 40,7% serta biaya yang terkendali baik mendorong pertumbuhan laba bersih menjadi Rp4 triliun pada triwulan kedua tahun 2010, tumbuh 37,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp2,9 triliun.