VIVAnews - Antisipasi laporan keuangan emiten yang diperkirakan membaik dan kenaikan harga sejumlah komoditas tambang serta perkebunan, mendorong aksi beli saham pada kedua sektor tersebut.
Aksi beli saham komoditas itu akhirnya memicu lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak awal transaksi hingga penutupan perdagangan Jumat 23 Juli 2010, transaksi saham cukup marak.
IHSG pun terangkat dengan membukukan rekor tertinggi baru. Indeks melesat dengan kenaikan 32,09 poin (1,06 persen) ke posisi 3.042,02. IHSG sempat menembus level tertinggi 3.051,36 dan terendah 3.010,31.
Indeks saham sektor agribisnis memimpin kenaikan dengan penguatan sebesar 3,7 persen, disusul pertambangan 1,84 persen.
Saham-saham di sektor itu yang memacu IHSG naik cukup tinggi adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp1.050 (5,19 persen) ke posisi Rp21.250, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik Rp550 (6,39 persen) menjadi Rp9.150, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) terangkat Rp300 (7,74 persen) ke level Rp4.175, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp200 (0,52 persen) menjadi Rp38.550.
Analis PT Henan Putihrai, Thombos Sitanggang mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia telah memicu permintaan komoditas lain, sehingga harga meningkat.
Menurut dia, kenaikan harga komoditas tambang dan perkebunan telah berimbas positif kepada emiten di sektor itu, sehingga sahamnya menjadi incaran pemodal.
"Bila tidak ada berita negatif, apalagi gubernur BI (Darmin Nasution) juga sudah terpilih, tren IHSG masih positif," tuturnya kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.
Selama transaksi hari ini, di pasar reguler, pemodal asing membukukan pembelian senilai Rp1,5 triliun dengan penjualan Rp723 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) sekitar Rp779 miliar.
Volume transaksi saham tercatat Rp13,18 juta lot senilai Rp4,78 triliun dengan frekuensi 118.071 kali. Sebanyak 129 saham menguat, 88 melemah, 75 stagnan, dan 188 saham tidak terjadi transaksi.
Indeks bursa Asia saat penutupan transaksi saham hari ini juga bergerak naik. Indeks Hang Seng ke posisi 20.815,33 atau terangkat 225,63 poin (1,1 persen), Nikkei 225 menguat 210,08 poin (2,28 persen) ke level 9.430,96, serta Straits Times naik 17,80 poin (0,6 persen) menjadi 2.973,47.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg, rupiah berada di level 9.040 per dolar AS, atau menguat dibanding sesi siang di kisaran 9.050,5 per dolar AS. Sedangkan menurut data kurs tengah Bank Indonesia, rupiah bertengger di posisi 9.055 per dolar AS.