Meski Tertekan, IHSG Bertahan di Level 3.000

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 3.019,01, sedangkan terendah 2.997,3.

Kamis, 22 Juli 2010, 16:36 WIB
Arinto Tri Wibowo
Papan perdagangan saham (ANTARA)

VIVAnews - Kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mampu bertahan hingga akhir transaksi Kamis 22 Juli 2010. IHSG akhirnya melemah 3,47 poin (0,11 persen) ke posisi 3.009,92.

Padahal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 3.019,01, sedangkan terendah 2.997,3. Volume transaksi yang dibukukan mencapai 10,94 juta lot senilai Rp3,59 triliun dengan frekuensi 116.382 kali.

Sebanyak 102 saham menguat, 111 melemah, 85 stagnan, dan 182 saham
lainnya tidak terjadi transaksi.

Tim riset PT Reliance Securities Tbk dalam ulasannya mengatakan, IHSG hari ini cenderung melemah terbawa arus sentimen negatif bursa global dan regional yang bervariasi.

"Penurunan yield dan penguatan yen terhadap dolar AS memberi indikasi bahwa gejala risk aversion akan membayangi perdagangan di bursa saham emerging market, terutama di kawasan Asia Pasifik," tulis tim riset itu.

Meski demikian, perkirakan IHSG kembali turun mendekati level psikologis 3.000 tidak terjadi, karena indeks masih mampu ditutup di atas level itu.

Sementara itu, pemodal asing di pasar reguler juga masih mencatatkan pembelian bersih (net buying) sekitar Rp66 miliar, setelah membukukan pembelian senilai Rp735 miliar dengan penjualan Rp669 miliar.

Saham-saham yang mendorong pelemahan IHSG di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) yang turun Rp450 (2,28 persen) menjadi Rp19.250, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah Rp100 (0,6 persen) ke level Rp16.400, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi Rp100 (1 persen) ke posisi Rp9.850, dan PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp100 (0,2 persen) menjadi Rp49.750.

Di bursa Asia, saat IHSG sesi kedua ditutup cenderung bervariasi. Indeks
Hang Seng ke posisi 20.589,7 atau berbalik menguat 102,47 poin (0,5 persen), Nikkei 225 turun 57,95 poin (0,62 persen) ke level 9.220,88, dan Straits Times terangkat 29,58 poin (1,01 persen) menjadi 2.955,67.

Untuk transaksi nilai tukar, berdasarkan data di Bloomberg, rupiah berada di posisi 9.050 per dolar AS. Sedangkan menurut data kurs tengah Bank Indonesia, rupiah di level 9.069 per dolar AS.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ