VIVAnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat perdagangan Kamis pagi, 22 Juli melemah tipis, meskipun dolar AS tengah tertekan atas sejumlah mata uang utama dunia.
Dalam data transaksi valuta asing Bloomberg pada pukul 08.45 WIB, rupiah ditransaksikan Rp9.071 per dolar AS, melemah 22 poin atau 0,25 persen.
Pada jam yang sama, yen Jepang tengah menguat atas dolar AS. Yen ditransaksikan 86,6200 per dolar AS, menguat 0,43 poin atau 0,49 persen. Dolar Singapura juga tengah menguat 0,0018 poin atau 0,13 persen ke 1.3770 per dolar AS.
Di pasar Eropa, nilai tukar euro terhadap dolar AS juga ditransaksikan menguat. Euro diperdagangkan US$1,2757 per euro, atau menguat 0,025 persen. Sedangkan pound sterling menguat 0,11 persen ke US$1,5180 per pound sterling.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution berjanji akan menjaga volatilitas nilai tukar rupiah jika ia terpilih menjadi gubernur BI. Pernyataan ini disampaikan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu kemarin.
Menurut Darmin, tingginya volatilitas rupiah akan mengganggu kepastian bisnis. Tugas utama BI dalam memelihara kestabilan nilai tukar rupiah harus didukung tiga pilar, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan mengawasi bank, serta mengatur dan menjaga sistem pembayaran.
"Dalam menjalankan tugas pokok ini, BI perlu bekerja sama dengan pemerintah," katanya. (umi)