Indonesia Belum Masuk Fase Bubble Ekonomi

Kondisi yang tercermin dari IHSG adalah refleksi terhadap laju pertumbuhan ekonomi global.

Jum'at, 2 Juli 2010, 14:00 WIB
Arinto Tri Wibowo, Agus Dwi Darmawan
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indonesia belum mengalami ciri-ciri bubble ekonomi atau gelembung ekonomi yang dapat berpotensi menjadi ancaman krisis sektor keuangan.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany, mengatakan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) justru merupakan tanda perbaikan pemulihan ekonomi global.
 
Fuad mengatakan, kondisi sebenarnya yang tercermin dari IHSG saat ini adalah refleksi terhadap laju pertumbuhan ekonomi global yang juga membaik.
 
"Ini kan sejalan dengan recovery (pemulihan) ekonomi global yang terjadi," kata Fuad di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 2 Juli 2010.
 
Meski demikian, dia mengakui, saat ini terkadang upaya pemulihan itu melambat. "Beberapa percaya recovery-nya akan lambat, sehingga itu juga tercermin dari pergerakan indeks Dow Jones dan juga bursa-bursa dunia termasuk Indonesia," ujar Fuad.
 
Persoalan bubble, menurut dia, bisa saja karena dilihat dari perspektif global. Artinya, pemerintah Indonesia selalu waspada terhadap potensi bubble itu.
"Jadi, bubble itu suatu karakteristik dari perekonomian dunia sejak 20 tahun lalu," kata Fuad.
 
Wakil Presiden Boediono, seperti diungkapkan Fuad, sudah meminta instansi terkait seperti Bapepam-LK dan Kementerian Keuangan juga Bank Indonesia untuk mengantisipasi ciri-ciri bubble itu, sehingga bisa dideteksi.

Wapres juga sudah memerintahkan agar dibuat suatu strategi untuk menghambat terjadinya bubble ekonomi. "Selama ini kan tidak pernah bisa mengantisipasi dan juga punya solusi untuk menghambat terjadinya bubble," kata dia. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ