VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan peluncuran lembaga baru pembiayaan proyek BUMN (BUMN Fund) sudah bisa dilepas pada 30 Juni mendatang. Lembaga baru itu ditaksir bisa menyerap dana hingga Rp 40-60 triliun.
"Mudah-mudahan 30 Juni akan dirilis tentang berdirinya BUMN Fund," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat 11 Juni 2010.
Menurut Mustafa, Danareksa Capital yang nantinya berada di bawah PT Danareksa (Persero) bakal menjadi lembaga yang menjalankan program pembiayaan sejumlah perusahaan pelat merah melalui BUMN Fund.
Namun, tidak tertutup kemungkinan, lembaga baru ini juga bakal menggandeng BUMN lain seperti Mandiri Sekuritas, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan PT Jamsostek Investment Corporated.
Untuk mendukung operasional perusahaan, BUMN Fund bakal mengelola saham-saham minoritas milik pemerintah yang nilai ekuitasnya ditaksir mencapai Rp 4,2 triliun. Nilai tersebut, bahkan bisa melonjak hingga mencapai Rp 20 triliun bila dihitung berdasarkan nilai kapitalisasi pasar saat ini.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN, Eko Putroadijayanto menambahkan, pembentukan BUMN Fund diharapkan bisa membantu pendanaan sejumlah perusahaan pelat merah. Pasalnya, tidak selamanya kebutuhan investasi perusahaan bisa sepenuhnya dipenuhi dari sumber-sumber pendanaan biasa.
"Bentuknya selama ini kalau dari bank itu biasanya bentuknya utang. Padahal, BUMN selain membutuhkan financing juga permodalan. Nantinya, BUMN Fund juga dari segi permodalan," katanya.
Eko menuturkan, dengan pengelolaan saham minoritas yang ditaksir memiliki nilai kapitalisasi sebesar Rp 4,2 triliun, BUMN Fund ditaksir bisa memperbesar leverage hingga 2-3 kali lipat.