VIVAnews - PT PT Intiland Development Tbk (DILD) kabarnya akan melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dalam waktu dekat.
"DILD akan stock split 1:2 atau 1:2,5," ujar sumber VIVAnews di Jakarta, Rabu malam 9 Juni 2010.
Sekretaris Perusahaan Intiland Development, Theresia Rustandi saat dimintai konfirmasi mengakui adanya rencana aksi korporasi tersebut. "Betul, kami akan stock split 1:2," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 10 Juni 2010.
Dia menambahkan, rencana tersebut akan dimintai persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada akhir bulan ini. "Mudah-mudah 29 Juni nanti disetujui dalam RUPS," tutur Theresia.
Theresia mengakui, perseroan memilih melakukan pemecahan nilai nominal saham bertujuan agar saham yang beredar di pasar semakin besar, sehingga lebih likuid.
"Kami memang sering melakukan aksi korporasi seperti restrukturisasi utang dan rights issue guna memberikan yang terbaik bagi para pemegang saham," ujarnya.
Seperti diketahui, per 31 Mei 2010, Faith Mount Investment LTD memiliki saham berkode DILD itu sebesar 7,80 persen, Permata Ratna Mulia (13,73 persen), Credit Suisse AG Singapore (20,03 persen), PT Bukit Makmur Widya (8,80 persen), dan Credit Suisse AG Singapore Trust Account Client Truss Investment Partners PTE LTD (22,24 persen). Sedangkan sisanya dimiliki publik.
Pada perdagangan Rabu 9 Maret 2010, DILD ditutup menguat Rp 20 (1,78 persen) di posisi Rp 1.140. Broker PT Bina Artha Parama dengan kode broker AR tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Intiland.
Analis sekuritas di Jakarta, Robin Setiawan menjelaskan, perseroan belakangan ini kian agresif melakukan aksi korporasinya untuk mengembangkan bisnis propertinya seperti berniat mengakuisisi berbagai lahan. Sedangkan mengenai stock split, kata dia, hal itu wajar dilakukan perseroan sebab saham dengan kode DILD kurang likuid di pasar modal.
Sebelumnya, Intiland Development melakukan penawaran umum terbatas (rights issue) III, melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) senilai Rp 2,07 triliun.
Menurut manajemen Intiland dalam prospektus yang diterbitkan belum lama ini, jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 2.073.170.722 (2,07 miliar) saham bernominal Rp 500 per helai yang akan ditawarkan dengan harga Rp 1.000 per saham, sehingga totalnya mencapai Rp 2,07 triliun.
Disebutkan juga bahwa rasio rights issue yakni 3:2 atau tiga pemegang saham berhak mendapatkan dua HMETD untuk membeli dua saham baru, di mana melekat satu Waran Seri 1. Sejumlah 1.036.585.361 (1,04 miliar) Waran Seri 1 yang diterbitkan menyertai saham baru tersebut, diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham. (mt)
antique.putra@vivanews.com