VIVAnews - PT Sarinah (Persero) sedang menjajaki kerja sama dengan Department Store asal Inggris, Harrods. Pada Juli 2010, perseroan akan membicarakan rencana bisnis dengan Harrods.
"Mereka akan kunjungi Sarinah untuk prospek bisnis," kata Direktur Utama Sarinah, Jimmy Gani, di Jakarta, Rabu 9 Juni 2010.
Sarinah berencana membuka satu section atau semacam toko besar di Harrods, London pada 2013. Perusahaan juga akan membuka section serupa di Belgia.
Sarinah didirikan berdasarkan gagasan Presiden RI pertama Ir Soekarno pada 1961. Selanjutnya, pada 17 Agustus 1962 dilakukan peresmian Gedung Sarinah di Jalan Thamrin, Jakarta.
Pada awalnya, Sarinah diharapkan dapat menjadi stimulator, mediator, dan stabilisator harga. Selain itu, Sarinah diharapkan menjadi pelopor dalam pengembangan usaha perdagangan eceran (ritel) dan dapat berpartisipasi dalam perubahan struktur perekonomian Indonesia.
Roadshow BUMN
Sementara itu, sepuluh perusahaan pelat merah juga akan melakukan non deal roadshow ke Amerika Serikat dan Eropa. "Kami akan melakukan roadshow pada Juli nanti," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
Mustafa lalu menyebut anak perusahaan Pertamina sebagai salah satu perusahaan yang akan ikut dalam roadshow tersebut. Namun, Mustafa tidak dapat memastikan apakah PT Garuda Indonesia dan PT Krakatau Steel akan kembali ikut. "Kemungkinan mereka lebih intensif," ujar dia.
Tiga kota yang berpotensi dikunjungi antara lain adalah Paris, London, dan New York. "Mungkin dua yang akan dikunjungi, satu di Amerika dan satu di Eropa. Tapi, masih dibicarakan," tuturnya.
Mustafa menambahkan ketika roadshow dilakukan di Hong Kong dan Singapura pada April lalu, respons investor positif. "Meski ada gangguan sedikit di Eropa dan Yunani," kata dia. (hs)