Produksi Minyak Diusulkan 960-975 Ribu Bph

Untuk volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diusulkan 36,77-42,56 juta kiloliter.

Selasa, 8 Juni 2010, 16:06 WIB
Antique, Ferial
Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dan Dirut PLN Fahmi Mochtar (ANTARA/Ujang Zaelani)

VIVAnews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan lifting atau produksi minyak mentah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 di kisaran 960 ribu barel per hari (bph) sampai 975 ribu bph.

"Sedangkan harga minyak mentah di kisaran US$75-90 per barel," ujar Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, dalam Rapat Kerja PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), BPH Migas, BP Migas dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Selasa 8 Juni 2010.

Darwin menambahkan, untuk volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diusulkan 36,77-42,56 juta kiloliter (KL), volume elpiji bersubsidi 3,55 juta ton, subsidi untuk bahan bakar nabati (BBN) Rp 2.000-2.500 per liter, serta subsidi listrik Rp 36,44-50,81 triliun.

Dia menuturkan, pada 2011, harga minyak masih mengalami ketidakpastian yang tinggi dengan rentang US$60-100 per barel. "Dengan pertimbangan pasokan dan permintaan, perekonomian global, dan jenis minyak Indonesia, maka ICP (harga minyak Indonesia/Indonesia Crude Price) diperkirakan berkisar US$ 75-90 per barel," kata dia.

Sedangkan volume BBM bersubsidi sebesar 36,77 juta kiloliter dengan syarat adanya pengendalian BBM bersubsidi pada sektor transportasi dan nelayan. Untuk usulan volume BBM bersubsidi sebesar 42,5 juta KL dengan melihat perkembangan realisasi konsumsi per Mei 2010. (art)

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ