Antam Cari Pinjaman Biayai Belanja Modal 2010

Perseroan membutuhkan dana Rp 2,35 triliun untuk membiayai proyek pada 2010.

Kamis, 27 Mei 2010, 19:24 WIB
Heri Susanto, Purborini
Lokasi penambangan emas PT Aneka Tambang (Antam), Pongkor, Bogor (Antara/ Jafkhairi)

VIVAnews - PT Aneka Tambang Tbk akan menggunakan pinjaman bank guna membiayai belanja modal 2010.

Direktur Utama Alwin Syah Loebis mengatakan saat ini pihaknya tengah bernegosiasi dengan bank lokal dan asing. "Yang asing kita lagi menunggu hasil dari JBIC," kata dia dalam paparan publik di Jakarta (27/5).

Sebelumnya, perseroan membutuhkan dana Rp 2,35 triliun untuk membiayai proyek pada 2010. Direktur Keuangan Djaja M Tambunan mengatakan dana yang dibutuhkan dalam bentuk dolar AS. "Tapi masih negosiasi," kata dia.

Sampai saat ini, Antam belum memikirkan untuk menerbitkan obligasi ataupun penambahan saham di pasar modal. Antam baru memikirkan akan mengeluarkan tiga atau empat tahun mendatang. "Pasar belum stabil," jelas dia.

Soal target produksi, Alwin mengatakan sebanyak 3 ton untuk emas. Saat ini, Antam baru saja membuka tambang emas Cibayung dengan estimasi penambahan 500 kilo emas sehingga produksi sampai akhir tahun mencapai 3 ton. Sedangkan, untuk Nikel perseroan menargetkan produksi 18,5 ribu sampai 19 ribu ton.

Mengenai target pendapatan, Djaja tidak bisa memastikan. Alasannya, semua tergantung pada harga. Namun ia memperkirakan harga rata-rata emas sebesar US$ 1000 per troyones dan nikel sebesar US$ 20 ribu per ton.

Kuartal pertama 2010, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 201,9 miliar. Laba ini naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 89,88 miliar.

Meski begitu, penjualan bersih perseroan turun Rp 1,65 triliun dari 2009 sebesar Rp 2,64 triliun. Penurunan juga terjadi pada beban pokok penjualan yang tercatat Rp 1,18 triliun dari sebelumnya Rp 2,48 triliun.

Laba kotor Antam naik Rp 474,35 miliar dari sebelumnya Rp 162,07 miliar. Sementara laba usaha juga naik menjadi Rp 343,31 miliar dari Rp 54,7 miliar pada 2009. Jumlah kewajiban dan ekuitas perseroan Rp 10,07 triliun, turun dari
sebelumnya Rp 10,3 triliun.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ