Karpet Merah UGM untuk Anggito Abimanyu

Anggito mengaku sudah 10 tahun tidak kembali ke kampus.

Jum'at, 21 Mei 2010, 14:37 WIB
Heri Susanto, Syahid Latif
Anggito Abimanyu (www.telkom.co.id)

VIVAnews - Meski ditolak oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu tetap melanjutkan tekadnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Anggito mengaku dirinya akan kembali menjadi pengajar di kampus Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Jogjakarta. Dia pun percaya bakal disambut oleh civitas akademika UGM.

"Kalau saya memang tidak bisa, saya akan kembali ke UGM saja. saya disambut karpet merah di sana," ujarnya.

Pria kelahiran Bogor, 19 Februari 1963 ini sebelumnya memang pengajar di Fakultas Ekonomi UGM. Anggito pernah menduduki sejumlah jabatan di UGM. Di antaranya adalah Direktur Program Pusat Antar Universitas UGM (1995-1997) dan Direktur Pusat Antar Universitas UGM (1997-2000).

Ia memperoleh gelar doktor ekonomi dari University of Pennsylvania, AS pada 1993. Pada awal 2000-an, saat Megawati memimpin dia mulai masuk pemerintahan sebagai staf khusus Menteri Keuangan yang ketika itu dipegang oleh Boediono. Sejak saat itu, karirnya di pemerintahan terus berlanjut dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal.

Menurut Anggito rencana pengunduran dirinya sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan, bahkan sebelum Sri Mulyani mundur. "Tapi keduluan sama ibu menteri yang mundur," kata dia.

Sehari sebelumnya, dia mengungkapkan selama enam bulan dirinya menunggu kepastian tentang penobatan wakil menteri keuangan. Istana mengumumkan dirinya sebagai wakil Menkeu pada awal tahun ini.
 
"Enam bulan kemarin seharusnya saya dinobatkan jadi wamenkeu, tetapi belum ada kepastian sampai sekarang. Karena sekarang sudah ada wamenkeu definitif, saya punya pilihan kembali ke UGM (Universitas Gadjah Mada)," kata Anggito di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 20 Mei 2010.
 
Anggito berdalih bahwa dia sudah 10 tahun tidak kembali ke kampus. "Ini saatnya saya kembali." (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Masriadi
21/05/2010
Mas AA, dunia kampus lebih membuthkan anda daripada jabatan apapun di kemenkeu. Politik telah mebutakan hati semua pemimpin di negeri tercinta ini
Balas   • Laporkan
yoseph agus
21/05/2010
saya dukung Mas Anggito, demi harga diri lebih baik ngajar kembali ke UGM. Ora dadi wakil menkeu yo ora bakal pateken. salam dari adik kelasmu.
Balas   • Laporkan
yoseph agus
21/05/2010
saya dukung Mas Anggito, demi harga diri lebih baik ngajar kembali ke UGM. Ora dadi wakil menkeu yo ora bakal pateken. salam dari adik kelasmu.
Balas   • Laporkan
dhanie
21/05/2010
mundur adalah suatu keharusan di pemerintahan yang neoliberalisme dan kapitalistik ini,.. UGM smoga kmbali me njadi kampus ekonomi kerakyatan.. merdeka..!!!
Balas   • Laporkan
ichal
21/05/2010
Salut buat AA, mundur bukan berarti kalah, jng terbawa arus politik yg tidak profesional...
Balas   • Laporkan
2gino
21/05/2010
Mas AA, salut buat anda, semoga lebih tenang dan cerah utk kembali ke kampus
Balas   • Laporkan
jojo
21/05/2010
ga karena ngambek, kan ???
Balas   • Laporkan
Antonius Pancasila
21/05/2010
Mas Anggito adalah seorang akademis karena kecelakaan harus menjadi birokrat di kementerian yang tidak kondusif, langkah mundur Mas Anggito adalah keharusan sebelum terkooptasi oleh kepentingan yang tidak profesional
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ