Bisnis

Miliuner Muda dari Warakas

Gayus Halomoan P. Tambunan, sosok yang melesat dua pekan terakhir dan menggemparkan.

Senin, 29 Maret 2010, 09:46 WIB
Heri Susanto, Fadila Fikriani Armadita, Agus Dwi Darmawan, Bayu Galih
Gayus Tambunan (www.rileksbook.com)

VIVAnews - Warna tembok sudah memudar. Plafon jebol, kusen lapuk, dan kaca jendela kotor penuh debu. Di dalam rumah hanya terlihat seonggok perabotan tua, juga sekumpulan kursi lusuh. Sebuah stiker 'Program Diploma Pajak STAN Jakarta' menempel di pintu triplek yang sudah terkelupas.

Rumah kecil itu benar-benar tidak terurus. Kosong melompong tanpa penghuni. Berhimpit dengan rumah lain di sebuah gang sempit di Jl Warakas, Papanggo di Tanjung Priok. Kawasan ini dikenal sebagai  kampung padat penduduk di Jakarta Utara.

Dari sinilah riwayat pemuda kontroversial itu bermula. Gayus Halomoan P. Tambunan. Sosok  yang melesat dua pekan terakhir dan menggemparkan jagat Indonesia. Layar televisi, halaman koran, portal berita, stasiun radio hingga jejaring gaul facebook dan twitter saban hari mewartakan si Gayus ini.

Dan semuanya berita buruk. Pria berusia 30 ini disebut Markus (makelar kasus) pajak. Duit direkening Gayus, tambun benar untuk pegawai kecil seperti dia. Jumlahnya Rp 25 miiar. Kasus ini kian panas lantaran diduga melibatkan sejumlah jenderal polisi.

Dan para juru warta tidak hanya berburu soal asal duit itu. Tapi juga berburu riwayat hidupnya. Keluar masuk di rumah kusam di Warakas dan juga rumah-rumah mewah yang dibelinya dikemudian hari.

Rumah tua yang nyaris hancur itu dibeli orangtuanya  tahun 1970-an. Gayus menghabiskan masa kecilnya di sini. Menurut Ketua RT setempat, Amir Suhadi, Gayus dikenal sebagai anak pintar dan tidak pernah berulah. "Dia akrab dengan tetangga. Tapi tidak mabuk, bahkan merokok pun tidak," kata Amir.

Gayus juga dikenal berotak encer. Selanjutnya, baca sorot

• VIVAnews
Rating
Komentar
tahir
29/03/2010
mungkin perlu dipikirkan oleh hakim utk memnjatuhkan hukuman mati utk koruptor dan seluruh keluarganya, macam di china di dekade yg lalu, biar kapokkkkkkk dan INDONESIA cepat bebas dari koruptor
Balas   • Laporkan
teghar
29/03/2010
gitu mau maju negara ni , negara membayar maling, pencoleng dan perampok (pns=pencoleng negri sipil)
Balas   • Laporkan
yonn
29/03/2010
wahh 25 milyar itu yang ketauan, yang belum gimana tuh,enak juga dia bisa nikmatin tuh
Balas   • Laporkan
dede
29/03/2010
potong aja burung nya biar kapok !!!
Balas   • Laporkan
edy sulistijo
29/03/2010
maksudnya :sosok yang 'melesak' itu apa yaaa..... apakah ini estilah baru..... :D yang saya tahu 'melesak' itu artinya 'amblas kedalam'.. betul seperti itu...??? apa mungkin maksud penulis adalah 'melesat' ??? Redaksi: anda benar, terima kasih atas ko
Balas   • Laporkan
aries
29/03/2010
dasar lebih hina dr budak...GANTUNG AJA PARA KORUPTOR...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ