VIVAnews - PT Bank Mandiri Persero Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,2 triliun selama 2009. Laba ini tumbuh Rp 1,84 triliun atau 34,7 persen jika dibandingkan tahun 2008.
"Tahun 2008 hanya Rp 5,31 Triliun," kata Direktur Utama Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta 22 Maret 2010.
Ia mengatakan peningkatan laba itu didorong oleh kenaikan laba operasi dari Rp 7,91 triliun menjadi Rp 10,43 triliun.
Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 198,55 triliun tumbuh 13,8 persen atau Rp 24,05 triliun dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp 174,50 triliun. "Pertumbuhan kredit diatas pertumbuhan nasional sebesar 9,96 persen," jelas Agus.
Pertumbuhan tertinggi, kata dia, terdapat di segmen mikro sebesar Rp 5,4 triliun. Naik 22,9 persen dari Rp 4,4 triliun pada 2008. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah rekening menjadi 430 ribu rekening dari 271 ribu rekening pada tahun 2008. Adapun kredit segi usaha small business mengalami pertumbuhan sebesar Rp 2,28 triliun menjadi Rp 17,1 triliun.
Sementara penyaluran kredit untuk bisnis corporate banking tumbuh 12,5 persen menjadi Rp 69,8 triliun. Unit bisnis commercial banking mencatatlan penyaluran kredit sebesar Rp 49,1 triliun.
Sepanjang 2009 base lending Bank Mandiri terus mengalami penurunan dari 11,6 persen menjadi 9,29 persen pada akhir tahun 2009. Penurunan bunga kredit sebanyak llima kali antara 0,25 persen hingga 0,5 persen. "Penurunan suku bunga ini untuk mendorong pertumbuhan sektor riil," katanya.
Dana pihak ketiga yang terhimpun sampai Desember 2009 sebesar Rp 319,6 triliun. Aset Bank Mandiri pun mengalami kenaikan menjadi Rp 394,6 triliun sampai Desember 2009 dari Rp 358,4 triliun tahun 2008. Fee based income Bank Mandiri naik sebesar 21,7 persen dari Rp 4,7 triliun menjadi Rp 5,7 triliun. Total fee income yang berasal dari segment retail adalah Rp 17,36 triliun.
hadi.suprapto@vivanews.com