VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terhempas ke zona negatif pada akhir transaksi. Sentimen negatif eksternal dan internal disinyalir menjadi pemicu.
Menurut Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, IHSG terkoreksi pada penutupan hari ini terpicu sentimen negatif bursa regional yang mengalami aksi ambil untung (profit taking) investor.
"Namun sentimen domestik, seperti isu masalah pajak menjadi sentimen negatif terhadap beberapa saham yang terkait isu tersebut," ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 22 Maret 2010.
Selai itu, Pardomuan mengaku, tekanan jual terhadap saham-saham sektor pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur turut manjadi penekan indeks di penutupan transaksi awal pekan ini.
Saham-saham itu, kata dia, di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Tambang Barubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
IHSG pada penutupan transaksi sesi II hari ini, terkoreksi 40,57 poin atau 1,48 persen ke level 2.702,40. Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang turun tipis 7,70 poin atau 0,29 persen di posisi 2.735,26.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,68 triliun dan volume tercatat 8,80 juta lot, dengan frekuensi 90.621 kali. Sebanyak 60 saham menguat, 161 melemah, 48 ditutup stagnan, serta 224 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 596,03 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 955,32 miliar.
Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak negatif seperti Indeks Hang Seng melemah 437,57 poin (2,05 persen) di posisi 20.933,25 dan Straits Times terkoreksi 20,99 poin atau 0,72 persen ke level 2.894,71.
Di Bursa Efek Indonesia, ITMG terlihat terkoreksi Rp 600 atau 1,64 persen ke level Rp 35.800, AALI melemah Rp 450 (1,81 persen) menjadi 24.400, dan TLKM turun Rp 200 atau 2,42 persen di posisi Rp 8.050.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.127 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.115/US$.
Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.116 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat, 19 Maret 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.102-9.125/US$.
antique.putra@vivanews.com