Pasar Bebas, Impor China Naik 6%

Lonjakan tidak akan terlalu besar karena kualitas produk Indonesia lebih bagus.

Senin, 22 Maret 2010, 15:12 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Target Pertumbuhan Ekspor 2010 : Peti Kemas (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Impor dari China diperkirakan akan melonjak hingga 6 persen pada tahun ini pascaimplementasi perdagangan bebas (FTA) Asean-China.

Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Amirudin Saud menjelaskan, saat ini lonjakan impor dari China belum terlihat karena Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur penurunan tarif bea masuk menjadi nol persen belum kunjung diterbitkan.

"PMK masih di Kementerian Hukum dan HAM, mungkin bulan depan keluar," kata Amirudin di sela-sela Seminar Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Impor di Jakarta, Senin, 22 Maret 2010.

Jika PMK dikeluarkan pada bulan depan, dia memperkirakan, impor dari China akan melonjak hingga 6 persen pada tahun ini. "Lonjakan tidak akan terlalu besar karena kualitas produknya kita lebih bagus dibandingkan China," kata dia.

Amirudin menjelaskan, selama ini impor dari China didominasi impor bahan baku (74 persen), selanjutnya barang modal (18 persen) dan barang konsumsi (8 persen). Dengan FTA Asean-China, kata dia, impor China masih akan didominasi bahan baku yang bertahan di atas angka lebih dari 70 persen.

Masih besarnya impor bahan baku dari China, menurutnya, karena Indonesia belum bisa menyediakan bahan baku yang digunakan industri dalam negeri. "Kapas untuk tekstil kita masih 90 persen impor, belum lagi dengan bahan baku obat-obatan," ujarnya.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ