Bisnis

"Subsidi BBM Dicabut, Semoga Rakyat Mampu"

Diketahui, pemerintah berniat melepas harga bahan bakar minyak (BBM) pada 2014-2015.

Senin, 22 Maret 2010, 14:51 WIB
Antique, Ferial
BBM (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) pesimistis dengan rencana pemerintah yang tidak lagi memberikan subsidi kepada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar pada 2015 mendatang.

"Mudah-mudahan dengan kemampuan daya beli masyarakat yang sudah memungkinkan bisa direalisasikan," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Jakarta, Senin, 22 Maret  2010.

Tubagus menuturkan, sebenarnya dalam rencana dan strategis (Renstra) BPH Migas sudah direncanakan tahun ini harga jual BBM disesuaikan dengan harga pasar, namun karena daya beli masyarakat dianggap belum memadai maka belum bisa terealisasi.

Seperti diketahui, pemerintah berniat melepas harga bahan bakar minyak (BBM) pada 2014-2015, saat atau setelah pemerintah berganti. Pada saat itu, pemerintah tak lagi memberikan subsidi pada bensin, solar dan minyak tanah.

"Pada 2014-2015 harga BBM, rencananya mencapai harga keekonomian," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh di Kementerian Energi di Jakarta, hari ini.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Harris
03/03/2011
@b10ta : LOGIKA YG ANEH! justru naiknya harga BBM karena subsidi dicabut malah akan membuat biaya seluruh kegiatan ekonomi menjadi makin mahal, termasuk pembangunan, sarana jalan, dll. karena semuanya itu tak lepas dari kendaraan bermotor yang butuh BBM
Balas   • Laporkan
b10ta
04/11/2010
lebih cepat subsidi dilepas lebih baik,.. biar uangnya bisa buat pembangunan yang lain seperti pembangunan di daerah tertinggal, dan sarana jalan di perkampungan di luar pulau jawa,.. OK !!!!
Balas   • Laporkan
wary
22/07/2010
Jumlah otlet BBM non subsidi ditambah dan outlet BBM subsidi dikurangi....trus lama-lama dihilangkan....beres tho
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial