VIVAnews - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) pesimistis dengan rencana pemerintah yang tidak lagi memberikan subsidi kepada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar pada 2015 mendatang.
"Mudah-mudahan dengan kemampuan daya beli masyarakat yang sudah memungkinkan bisa direalisasikan," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Jakarta, Senin, 22 Maret 2010.
Tubagus menuturkan, sebenarnya dalam rencana dan strategis (Renstra) BPH Migas sudah direncanakan tahun ini harga jual BBM disesuaikan dengan harga pasar, namun karena daya beli masyarakat dianggap belum memadai maka belum bisa terealisasi.
Seperti diketahui, pemerintah berniat melepas harga bahan bakar minyak (BBM) pada 2014-2015, saat atau setelah pemerintah berganti. Pada saat itu, pemerintah tak lagi memberikan subsidi pada bensin, solar dan minyak tanah.
"Pada 2014-2015 harga BBM, rencananya mencapai harga keekonomian," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh di Kementerian Energi di Jakarta, hari ini.
antique.putra@vivanews.com