Bisnis

2015, Subsidi BBM Dicabut

Pada 2015, harga BBM ditetapkan sesuai dengan harga pasar internasional.

Senin, 22 Maret 2010, 10:25 WIB
Hadi Suprapto, Ferial
BBM: Pertamina (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pemerintah mengisyaratkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2015 mendatang ditetapkan sesuai dengan harga pasar. Pemerintah tidak akan lagi memberi subsidi pada bensin, solar, dan minyak tanah.

"Pada 2014-2015 harga BBM akan rencananya mencapai harga keekonomian," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh di Kementerian Energi, Jakarta Senin 22 Maret 2010.

Menurut dia, tujuannya penerapan harga keekonomian tersebut agar masyarakat lebih berhemat.

Saat ini harga bahan bakar minyak di Indonesia tetap, meskipun harga internasional mengalami peningkatan atau penurunan. Sejak 15 Januari 2009, harga bensin bersubsidi sebesar Rp 4.500 per liter. Harga solar juga sama, Rp 4.500 per liter. Sedangkan harga minyak tanah Rp 2.500 per liter.

Selain harga BBM yang akan diterapkan menuju harga keekonomian adalah tarif dasar listrik (TDL). Dengan mekanisme ini subsidi harga akan diubah menjadi subsidi langsung berupa bantuan langsung tunai (BLT).

"Jadi pada waktunya, kita mengubah subsidi pada harga, menjadi subsidi pada golongan yang tidak mampu," kata Darwin.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
rakyat indonesia
26/05/2010
boleh saja subsidi dcabut,klo mang secara konsept seperti itu tapi apakah ini malah akan menyburkan dan menambah lahan basah untuk sasaran para koruptor,,belum lagi data yang ada di indonesia ini tidak valid , sehingga peralihan subsidi pada golongan yang
Balas   • Laporkan
dodosamia
23/04/2010
terima kasih kepada para wakil rakyat dan pemimpin rakyat yang telah kita pilih, ternyata semuanya kejam. kekayaan alam dikeruk. sedikitpun kita tidak bisa menikmati. semua harus bayar mahal, tidak ada yang murah, kemana uang kekayaan alamku yang Allah te
Balas   • Laporkan
andi
22/03/2010
klo minyak sih harga keekonomiannya menguntungkan negara dan "merugikan" rakyat. lha klo listrik.... bakalan merugikan negara dan rakyat. harga listrik impor bakalan lebih murah ketimbang hrga dlm negeri.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial